Bupati Bengkulu Tengah Terima Audiensi Dari PPSKBT dan TKSCI: Membangun Sinergi Untuk Pembangunan Daerah
Bengkulu Tengah, Mediasinardunia.com - Bupati Bengkulu Tengah, Drs. Rachmat Riyanto, S.T., M.AP., menerima audiensi dari Perkumpulan Pekerja Seni Kabupaten Bengkulu Tengah (PPSKBT) dan Komunitas Toyota Kijang Super Community (TKSCI) di ruang kerja Bupati, Kantor Bupati Bengkulu Tengah, pada Senin (25/08/2025).
Dalam pertemuan tersebut, PPSKBT yang diwakili oleh Atul mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah atas dukungan yang telah diberikan dalam kegiatan pembentangan bendera sepanjang 2600 meter. Selain itu, berbagai aspirasi dan gagasan untuk mendukung pembangunan daerah juga disampaikan, dengan harapan ke depan inisiatif dan kreativitas lainnya dapat dilakukan lebih spektakuler demi memperkenalkan Bengkulu Tengah ke tingkat nasional bahkan lebih.
Kemudian, Ketua Komunitas Toyota Kijang Super, Meiji Kasanova, menjelaskan bahwa audiensi ini dimaksudkan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan Bupati dan menyampaikan beberapa kegiatan dalam rangka memperingati Anniversary TKSCI.
“Kami meminta dukungan dari Pemerintah Daerah dan memperkenalkan komunitas ini. Diharapkan kami sebagai kelompok komunitas dapat membantu dan mendukung program-program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di Bengkulu Tengah. Selain itu, gagasan tentang penguatan solidaritas komunitas otomotif tidak hanya berfokus pada hobi, tetapi juga kegiatan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka untuk berdialog dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kami siap menampung aspirasi dan berkolaborasi. Semua masukan dari PPSKBT dan TKSCI Bengkulu Tengah akan menjadi pertimbangan dalam merancang program yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Dengan adanya dialog terbuka ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah daerah dan komunitas, sehingga program pembangunan tidak hanya berasal dari atas, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat sebagai pelaku utama perubahan.