Skip to main content
x
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko, Wagimin. (Diky/mediasinardunia.com)

Dana Desa Rp 13 Miliar Digunakan untuk Penanganan Stunting di Kabupaten Mukomuko: Optimalisasi Peran Posyandu dan Intervensi Stunting Tahun 2024

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Anggaran penanganan stunting dari dana desa di Kabupaten Mukomuko sebesar Rp 13 miliar dari total keseluruhan Rp 118 miliar telah diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mukomuko, Wagimin, dalam wawancara pada Rabu (24/7/2024).

Wagimin menjelaskan bahwa dana desa sebesar Rp 13 miliar tersebut akan digunakan untuk 148 desa di Kabupaten Mukomuko, dari total dana desa tahun 2024 sebesar Rp 118 miliar dari APBN.

Meskipun program pencegahan stunting tidak lagi menjadi prioritas pada tahun ini, pemerintahan desa tetap wajib mengalokasikan anggaran untuknya dalam APBDes.

"Anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan fisik maupun non fisik," tutur Wagimin.

Dana sebesar Rp 13 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan tempat mandi, cuci, kakus (MCK), pembangunan gedung posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) kepada bayi dan balita, pengadaan tablet tambah darah untuk remaja putri, dan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di desa.

Wakil Bupati Mukomuko, Wasri, telah meminta pemerintah desa dan kelurahan untuk mengoptimalkan peran posyandu dalam penurunan angka stunting. Ia juga meminta semua pihak terkait, termasuk camat dan kades, untuk bekerja lebih keras dalam mengaktifkan posyandu sesuai arahan Kementerian Dalam Negeri.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko bertindak sesuai dengan instruksi tersebut dengan melakukan intervensi stunting secara serentak pada tahun 2024. Setiap posyandu di desa wajib melakukan pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi, dan intervensi bagi sasaran-sasaran yang ditentukan.

Wasri juga menekankan pentingnya pengawasan dari camat, kades, dan lurah agar aktivitas posyandu berjalan dengan optimal di wilayah masing-masing.