Gubernur Helmi Hasan Hati-hati dalam Menyikapi Potensi Penambangan Emas di Kabupaten Seluma
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan berhati-hati dan melakukan kajian mendalam terkait potensi penambangan emas di Kabupaten Seluma, dengan mempertimbangkan situasi tambang nikel di Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya.
"Tentu kita ingin mempelajari semuanya secara utuh karena kita tidak ingin setelah ada persetujuan dari pemerintah, kemudian muncul masalah-masalah," kata Gubernur Helmi Hasan.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu belum memberikan persetujuan untuk kegiatan eksplorasi emas di Kabupaten Seluma. "Terdapat berbagai pandangan, ada yang berpendapat agar provinsi mendapatkan saham, sementara ada pula yang menolak. Oleh karena itu, sampai hari ini pemerintah provinsi belum memberikan persetujuan," ujarnya.
Gubernur Helmi menegaskan bahwa persetujuan akan diberikan jika masyarakat setuju dengan adanya tambang emas tersebut dan jika tambang itu memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. "Misalnya, ada saran tentang saham. Di Banyuwangi, ada penambangan emas di mana pemerintah mendapatkan bagian saham kurang lebih Rp1 triliun setiap tahun. Tentu, Pemerintah Provinsi Bengkulu tidak akan berbeda pandangan dengan masyarakat," tambahnya.
Helmi juga menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mendengarkan masukan dan saran dari masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat, DPRD, forkopimda, akademisi, dan pemerhati lingkungan yang ingin memberikan pendapatnya. "Pemerintah harus sejalan dengan semua masyarakat provinsi," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Helmi Hasan menekankan pentingnya agar setiap kebijakan yang diambil memberikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat. "Kita ingin setiap kebijakan yang kita buat berdampak langsung bagi masyarakat, baik itu terkait BBM, pelabuhan, izin tambang, atau pangan. Semuanya harus diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan rakyat," pungkasnya.