Bupati Bengkulu Selatan Imbau Pemasangan Lanjaran untuk Meriahkan Malam Nujuhlikur
Bengkulu Selatan, Mediasinardunia.com – Menjelang peringatan Malam Nujuhlikur sebagai tradisi masyarakat dalam menyambut malam terakhir bulan Ramadan, Bupati Bengkulu Selatan H.Rifa’i didampingi Sekretaris Daerah Ir. Susmanto, MM, mengimbau seluruh kecamatan untuk memeriahkan tradisi tersebut dengan memasang lanjaran. Setiap kecamatan diharapkan minimal memasang 10 lanjaran sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus memperkuat nuansa religius di tengah masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan Bupati saat ditemui awak media di Pemda Bengkulu Selatan (12/03/2026). Menurutnya, hal ini merupakan upaya menjaga dan menghidupkan kembali tradisi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat. Malam Nujuhlikur bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna spiritual mendalam karena dilaksanakan pada malam ke-27 Ramadan yang dipercaya sangat dimuliakan.
“Tradisi Nujuhlikur ini merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, saya mengimbau seluruh kecamatan agar ikut berpartisipasi dengan memasang minimal 10 lanjaran sebagai simbol penerangan dan semangat menyambut malam yang penuh berkah,” ujar Bupati.
Lanjaran adalah hiasan tradisional yang biasanya terbuat dari kayu pancang, diisi dengan batok kelapa (sayak) dan bambu, serta dihiasi lampu atau obor. Pemasangan lanjaran di berbagai sudut desa maupun sepanjang jalan menjadi pemandangan khas yang dinantikan masyarakat setiap menjelang Malam Nujuhlikur. Selain memperindah lingkungan, cahaya lanjaran melambangkan harapan dan doa agar masyarakat mendapatkan keberkahan di penghujung bulan Ramadan.
Bupati juga mengajak pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat untuk bergotong royong dalam menyiapkan dan memasang lanjaran. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar tradisi ini tetap hidup dan menjadi bagian dari kebersamaan sosial. “Tradisi Malam Nujuhlikur yang turun temurun mengajarkan pentingnya silaturahmi dan menciptakan rasa persaudaraan yang kuat antar sesama,” kata H.Rifa’i.
Selain pemasangan lanjaran, masyarakat juga diharapkan mengisi Malam Nujuhlikur dengan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, doa bersama, dan berbagai kegiatan ibadah lainnya, sejalan dengan semangat Ramadan yang menekankan peningkatan keimanan dan ketakwaan.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mendorong agar pelaksanaan tradisi ini tetap berlangsung dengan tertib dan aman. Aparat kecamatan serta perangkat desa diminta mengawasi kegiatan masyarakat agar berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum.
Masyarakat menyambut positif imbauan tersebut dan siap berpartisipasi dengan membuat dan memasang lanjaran di lingkungan masing-masing. Mereka berharap tradisi ini terus dilestarikan agar generasi muda dapat mengenal dan menjaga warisan budaya leluhur. “Dengan semangat kebersamaan, Malam Nujuhlikur di Bengkulu Selatan diharapkan kembali menjadi momen yang meriah, religius, dan penuh makna bagi seluruh masyarakat,” demikian Bupati.