Empat Investor CPO dan Satu Pabrik Tepung Tapioka Masuki Bengkulu Utara, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Bengkulu Utara, Mediasinardunia.com - Sebanyak lima investor baru akan masuk ke Kabupaten Bengkulu Utara, beroperasi di sektor produksi Crude Palm Oil (CPO) dan tepung tapioka. Kehadiran para investor tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, mengungkapkan bahwa dari lima investor tersebut, satu di antaranya akan berinvestasi di sektor tepung tapioka, sementara empat lainnya fokus pada produksi CPO.
Mengenai investor di sektor tepung tapioka, Arie menjelaskan bahwa rencananya akan dibangun pabrik tepung tapioka di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. "Alhamdulillah, berkat kerja cepat dari OPD kita, tahun ini ada peluang investasi untuk pendirian pabrik tepung tapioka di Enggano," ucap Arie.
Proyek ini direncanakan akan berdiri di atas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seluas 15.000 hektare. Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap penjajakan antara Pemerintah Kabupaten dan pihak investor. Arie menilai bahwa ini merupakan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di Pulau Enggano.
Selain itu, keempat investor lainnya di sektor CPO berencana mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pada tahun 2025. "Terkait CPO, insyaallah tahun ini ada empat titik pabrik yang akan dibangun," ujar Arie.
Keempat titik lokasi pembangunan PKS tersebut berada di Kecamatan Batik Nau, Air Padang, Air Napal, dan Kerkap. Kehadiran pabrik-pabrik ini diyakini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari peningkatan lapangan kerja hingga terbentuknya harga jual komoditas yang lebih kompetitif.
"Kehadiran pabrik akan mendorong persaingan antar pelaku usaha, yang pada gilirannya akan meningkatkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani," jelas Arie.
Ia juga menyampaikan bahwa keempat investor di sektor CPO tersebut saat ini masih dalam proses survei lokasi dan penyusunan dokumen administratif. "Seluruhnya kini tengah memasuki tahap penjajakan lokasi dan penyusunan dokumen administratif," terang Arie.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Bengkulu Utara dalam memperkuat sektor ekonomi, memaksimalkan potensi lokal, serta mengurangi ketergantungan terhadap penjualan bahan mentah.