Kick Off Penyusunan Arsitektur dan Rencana SPBE 2025 di Bengkulu Selatan
Manna, Mediasinardunia.com - Dinas Komunikasi dan Informatika Bengkulu Selatan mengadakan Kick Off Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2025 di ruang rapat Sekretariat Pemda Bengkulu Selatan pada Senin (02/02).
Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Sukarni S.P., M.Si, dan dihadiri oleh Kepala OPD serta Bidang Teknis terkait aplikasi SPBE.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bengkulu Selatan, Fariq Hafizh, S.IP., MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan berdasarkan Surat Kemenpan-RB RI Nomor B/14/KT.03/2025 mengenai penyampain Narasumber Tim pendamping dari Kemenpan RB serta jadwal penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE di SIA V2 Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan.
"SPBE bertujuan untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel, serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Acara Kick Off Penyusunan Arsitektur SPBE merupakan langkah pertama untuk menyamakan persepsi dan koordinasi seluruh perangkat daerah dalam menyusun SPBE dan membantu penerapannya dengan lancar," kata Angki, nama kecil dari Fariq.
Selain itu, tambahnya, SPBE bukan hanya tanggung jawab satu OPD saja. Semua OPD harus bekerja sama dan berkomitmen untuk mewujudkan Bengkulu Selatan yang lebih baik. Arsitektur SPBE adalah kerangka dasar yang menggambarkan integrasi proses bisnis, data, informasi, infrastruktur, aplikasi, dan keamanan SPBE.
Di sisi lain, Peta Rencana SPBE adalah dokumen yang menjelaskan langkah-langkah penyiapan dan pelaksanaan SPBE.
Sementara itu, Sekretaris Daerah, Sukarni, S.P., M.Si, mengatakan bahwa kegiatan Kick Off Penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2025 adalah langkah awal dalam merumuskan strategi digitalisasi pemerintahan untuk mencapai tata kelola yang lebih efektif, efisien, dan terintegrasi.
"Oleh karena itu, penting bagi kita semua dalam menyusun arsitektur dan peta rencana SPBE sebagai pedoman transformasi digital di lingkungan Pemkab Bengkulu Selatan. Saya menekankan bahwa penerapan SPBE yang optimal akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat proses birokrasi, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah," kata Sekda.
Menurutnya, SPBE bukan hanya tentang digitalisasi layanan, tetapi juga merupakan perubahan fundamental dalam tata kelola pemerintahan. Setiap perangkat daerah perlu memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat dalam implementasinya.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap seluruh OPD dapat bekerja sama dalam menyusun rencana yang terstruktur untuk mendukung visi pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing di era digital," tambah Sukarni.