LPK Serbaindo Bengkulu Kembali Kirim Siswa Magang ke Jepang
Bengkulu, Mediasinardunia.com - LPK (SO) Serbaindo Bengkulu kembali mengirim siswa-siswinya untuk melaksanakan magang di Negara Jepang.
Tiga siswi tersebut dilepas oleh Kepala Disnaker Kota Bengkulu, Firman Romzi, yang didampingi oleh Pembina LPK Serbaindo Sahudin dan Kepala Cabang LPK Serbaindo Devis Oktora di asrama putri LPK Serbaindo pada Jumat (13/9), bersamaan dengan penerimaan siswi LPK baru.
Sebelum berangkat ke Jepang, ketiga siswi LPK Serbaindo akan mengikuti pemusatan latihan II di LSI Pusat selama 2 bulan.
Firman Romzi menyampaikan terima kasih kepada LPK Serbaindo karena telah membantu pemerintah daerah dalam mengurangi pengangguran di Kota Bengkulu.
"Pemerintah daerah, khususnya Disnaker, mengucapkan terima kasih kepada LPK-LPK yang telah membimbing adik-adik kita. Diharapkan dengan ini, tingkat pengangguran di Kota Bengkulu dapat terus berkurang," ujar Firman.
Selain itu, Firman juga mengucapkan terima kasih kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang merupakan penyumbang devisa negara dan berperan penting dalam perkembangan ekonomi. Firman berharap para PMI yang telah bekerja di luar negeri dapat membuka usaha di Kota Bengkulu dan memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat.
Firman berharap para siswa yang berangkat untuk melakukan magang dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, sehingga ketika pulang nanti mereka dapat memberikan kontribusi bagi daerah.
Firman juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin menjadi PMI untuk memilih LPK yang resmi dan terpercaya, serta menyarankan agar tidak menjadi PMI ilegal karena dapat merugikan diri sendiri, orang lain, dan negara.
Sementara itu, Pembina LPK Serbaindo Bengkulu, Sahudin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim 11 siswa untuk melaksanakan magang di Jepang. Saat ini, LPK Serbaindo Bengkulu memiliki 22 siswa putri dan 24 siswa putra.
Sahudin menjelaskan bahwa dana talangan dari LPK digunakan untuk membiayai keberangkatan ke Jepang dan memenuhi kebutuhan selama di sana (kecuali kebutuhan pribadi), sehingga ini membantu warga yang tidak mampu yang berusaha menjadi PMI legal.
Terakhir, Sahudin meminta kepada siswi yang akan berangkat untuk menjaga nama baik Bengkulu dan LPK Serbaindo. Mereka diminta untuk membuktikan bahwa anak-anak Bengkulu dapat menjadi orang yang jujur, disiplin, dan bekerja keras seperti masyarakat Jepang.