Skip to main content
x
Harga emas Antam bersertifikat di Logam Mulia melejit ke rekor Rp 1.433.000 per gram pada Kamis (1/8). Namun, pada hari Jumat (2/8), harga emas Antam mengalami penurunan tipis sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 1.431.000 per gram, akibat penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). (Diky/mediasinardunia.com)

Melonjaknya Harga Emas Antam Bersertifikat: Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Jakarta, Mediasinardunia.com - Harga emas Antam bersertifikat di Logam Mulia melejit ke rekor Rp 1.433.000 per gram pada Kamis (1/8). Namun, pada hari Jumat (2/8), harga emas Antam mengalami penurunan tipis sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 1.431.000 per gram, akibat penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Jonathan Octavianus, dari Research and Development ICDX, menyatakan bahwa lonjakan harga emas Antam mengikuti kenaikan harga emas global, yang didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan tingkat suku bunga bulan September dan Desember mendatang setelah komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Meskipun harga emas spot pada Jumat (2/8) turun ke US$ 2.431 per ons troi, Jonathan memproyeksikan harga emas global berpotensi menemui resistansi di level US$ 2.486 per ons troi. Dia juga memperkirakan harga emas Antam dapat mencapai Rp 1.550.000 per gram - Rp 1.600.000 per gram akhir tahun.

Analis Pasar Mata Uang, Lukman Leong, menyatakan bahwa harga emas dunia, termasuk emas Antam, mengalami lonjakan karena adanya sinyal pemangkasan suku bunga oleh the Fed dan Bank of England, situasi memanas di Timur Tengah, serta data ekonomi yang lemah dari AS dan China.

Lukman melihat bahwa sentimen jangka panjang terhadap harga emas tetap pada permintaan bank sentral, sementara untuk jangka pendek, koreksi masih mungkin terjadi. Dia memperkirakan harga emas internasional berpotensi mencapai US$ 2.700 per ons troi, dan harga emas Antam bisa mencapai Rp 1.470.000 per gram hingga Rp 1.580.000 per gram di akhir tahun, tergantung pada pergerakan harga emas global.