Skip to main content
x
Realisasi PAD Belum Optimal, Pemkab Rejang Lebong Pacu OPD Tingkatkan Penerimaan, 24/11/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Realisasi PAD Belum Optimal, Pemkab Rejang Lebong Pacu OPD Tingkatkan Penerimaan

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Plt. Asisten II Setdakab Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, meminta seluruh OPD yang menjadi sumber penghasil PAD untuk memacu penerimaan PAD 2025 dan menggali potensi PAD 2026. Rapat tersebut digelar di ruang rapat bupati pada pukul 09.00 WIB, Senin, 24 November 2025.
 
Rapat ini dihadiri oleh Kadispora, Rezza Pahlevie, SH, MM, Kadis Perindagkop dan UKM, Anes Rahman, S.Sos, Kakan Satpol PP, Anton Sefrizal, SSTP, MSi, serta perwakilan OPD lainnya.
 
‘’PAD merupakan salah satu pendukung percepatan pembangunan daerah. Untuk itu, seluruh OPD yang menjadi sumber PAD perlu terus berusaha memacu peningkatan PAD. Karena realisasi PAD tahun 2025 masih belum optimal, yakni baru sekitar 69,11 persen dari target,’’ jelas Iwan Sumantri Badar.
 
Selain itu, lanjut Iwan Badar, OPD-OPD perlu menggali potensi PAD potensial, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan, pariwisata, serta sektor strategis lain melalui beragam retribusi dan pajak daerah.
 
‘’Potensi PAD yang perlu dipacu itu sektor pariwisata, sarana olahraga dan pasar, sampah, Gedung PIC, gedung serba guna dan mess Pemda, termasuk sumber-sumber lain,’’ jelas Iwan Sumantri.
 
Hal senada diperjelas Oki Mahendra dari BPKD. Dikatakan, target PAD tahun 2026 dari 10 OPD yang menjadi sumber penghimpun PAD baru mencapai 69,11 persen atau Rp 66 miliar dari target Rp 95 miliar.
 
‘’Kita masih memiliki waktu sekitar 1 bulan lebih untuk menghimpun PAD sebanyak-banyaknya,’’ tutur Oki Mahendra.
 
Ke depan, tukas Oki Mahendra, realisasi target PAD 2026 perlu dipacu di seluruh sektor, mulai dari sektor jasa umum, jasa usaha, jasa perizinan tertentu dan sektor pertanian.
 
Kadispora, Rezza Pahlevi, mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapaian target PAD. ‘’Misalnya, PAD dari Kolam Muna Tirta yang masih tercantum dalam target, sementara kondisi kolam renang itu sudah rusak dan ditutup. Sehingga penerimaan PAD Dispora jadi sulit untuk mencapai target. Selain itu, PAD dari GOR juga berkurang karena GOR tidak boleh disewakan untuk kepentingan di luar olahraga, misalnya untuk disewakan ke bazar Toko Olimpic. Padahal sewa untuk bazar itu bisa mencapai Rp 12 juta untuk 2 bulan bazar,’’ ujar Rezza.
 
Sehingga, sambung Rezza, sumber PAD Dispora hanya mengandalkan pendapatan dari sewa beberapa sarana olahraga, seperti GOR, gedung PBSI, Stadion Air Bang dan lapangan tenis.
 
Kadis Perindagkop dan UKM, Anes Rahman, menyampaikan bahwa target PAD 2025 terus berupaya mencapai target.
 
‘’Hingga Oktober 2025, realisasi PAD kita mencapai Rp 1 miliar lebih dari target Rp 1,2 miliar. Sumber PAD berasal dari Pasar Bang Mego, Pasar De, Pasar Atas, Pasar Kuliner dan Pasar PUT. Diharapkan target akan tercapai hingga Desember 2025,’’ jelas Anes Rahman.
 
Diakui Anes Rahman, kios Pasar Bang Mego banyak yang tutup, dan pedagang menunggak sewa bervariasi 2-5 tahun. Karena tunggakan itu, kios yang ditutup tidak bisa disewakan kepada pedagang lain.
 
‘’Bagaimana mengatasi pedagang yang tutup dan sudah tidak mampu bayar tunggakan sewa itu? Apakah kita lakukan pemutihan agar kios yang tutup itu bisa disewakan kepada pedagang lain,’’ kata Anes.
 
Hal senada disampaikan Rudi dari Dinas LH. ‘’Target PAD 2025 sebesar Rp 263 juta, tapi sampai Bulan Oktober DLH berhasil menghimpun Rp 306 juta. Diharapkan hingga Desember akan terhimpun Rp 340 juta. Jadi, realisasi PAD kita sudah over target,’’ jelas Rudi.