Kegiatan Konsultasi Publik II KLHS dan RPJMD: Sukarni dan Haroni Dorong Pembangunan Berkelanjutan di Bengkulu Selatan
Manna, Mediasinardunia.com - Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan, Sukarni, S.P., M.Si, hadir untuk membuka secara resmi Konsultasi Publik II Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bengkulu Selatan Tahun 2024 di aula Bappeda pada Jumat (20/12/2024).
Sukarni menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut yang memainkan peran penting dalam memastikan pembangunan di Kabupaten Bengkulu Selatan berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan.
"Penyusunan KLHS yang kita lakukan merupakan langkah strategis untuk mengintegrasikan aspek lingkungan hidup dalam perencanaan pembangunan, sehingga diharapkan mampu mendukung terwujudnya RPJMD yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan," tegas Sukarni.
Sukarni juga mengingatkan seluruh peserta untuk berkomitmen dalam merumuskan rekomendasi yang realistis dan aplikatif demi terciptanya keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan kelestarian lingkungan.
"Dengan semangat kolaborasi, kita berharap hasil dari KLHS ini dapat menjadi panduan utama dalam pengambilan kebijakan di tahun-tahun mendatang," papar Sukarni.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan OPD, akademisi, organisasi masyarakat, dan tokoh pemerhati lingkungan. Mereka bersama-sama berdiskusi dan memberikan masukan demi keberlanjutan pembangunan Kabupaten Bengkulu Selatan.
Kepala DLHK Bengkulu Selatan, Haroni SP.MM mengungkapkan harapannya agar kegiatan konsultasi publik dapat memberikan masukan yang konstruktif dari berbagai pihak.
"Melalui konsultasi publik tahap II ini, kami berharap dapat menginventarisasi berbagai masalah terkait pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan RPJMD 2025-2029, sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan RPJMD," ucap Haroni.
Menurutnya, proses penyusunan KLHS menjadi langkah strategis untuk menganalisis dampak lingkungan secara lebih komprehensif sebelum kebijakan dan program pembangunan dilaksanakan.
"Dengan masukan dari berbagai pihak, diharapkan dokumen KLHS yang dihasilkan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang berpihak pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat Bengkulu Selatan. Kegiatan serupa akan terus digalakkan untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan daerah selalu mempertimbangkan aspek lingkungan hidup secara optimal," pungkas Haroni.