Optimalisasi Program "Satu Desa Satu Peta" untuk Mewujudkan Harmoni Wilayah Bengkulu Utara
Bengkulu Utara, Mediasinardunia.com - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bengkulu Utara turut serta dalam Rapat Koordinasi Teknik (RAKORTEK) untuk mempercepat penetapan dan penegasan batas desa tahun 2024. Acara ini bertujuan untuk melaksanakan program "Bengkulu Satu Desa Satu Peta" dan digelar di Hotel Xtra Bengkulu pada tanggal 24-25 Juni 2024, dihadiri oleh lima kabupaten se-Provinsi Bengkulu. Gelombang kedua acara dijadwalkan pada 25-26 Juni 2024, dengan peserta dari empat kabupaten lainnya.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Bengkulu menjadi penyelenggara acara ini. Pemateri utama, Ibu Jesika dari Badan Informasi Geospasial (BIG) pusat, memberikan penjelasan tentang teknis penetapan batas desa. Selain itu, terdapat pemateri lain seperti Dekan Fakultas Hukum Universitas Bengkulu dan Komandan Lanal Bengkulu.
Dalam hasil rapat koordinasi tersebut, Ketua Apdesi Bengkulu Utara menegaskan pentingnya program "Satu Desa Satu Peta" yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tujuan program ini adalah untuk mencegah konflik antara desa dan pemilik Hak Guna Usaha (HGU) serta memberikan pedoman yang jelas mengenai batas wilayah desa.
"Setelah acara ini, kami berharap adanya tindak lanjut dari pemerintah daerah Bengkulu Utara. Perwakilan dari pemerintah daerah dalam rapat ini adalah Dinas DPMD dari masing-masing kabupaten. Setelah diskusi lebih lanjut, kami berharap pemerintah kabupaten segera membentuk tim kabupaten, tim kecamatan, dan menyiapkan pihak desa untuk melakukan pemetaan batas desa ini," ujar Ketua Apdesi.
Beliau juga menambahkan bahwa setelah pelaksanaan kegiatan ini, Bupati akan menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur peta desa sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dengan adanya peta desa resmi, diharapkan masalah terkait batas desa dapat dihindari oleh generasi berikutnya dan potensi konflik dapat diminimalisir.
"Setelah program 'Satu Desa Satu Peta' selesai, kami akan meninggalkan warisan yang jelas dan terstruktur untuk generasi selanjutnya, menghindari pekerjaan yang dapat memicu konflik di masa mendatang," tambah Ketua Apdesi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak akan mengakui dan menghormati batas desa yang telah ditetapkan, sehingga tercipta harmoni dan kerjasama yang baik di antara masyarakat di Bengkulu Utara.