Skip to main content
x
Kepala Bapelitbangda Mukomuko, Gianto, SH., M.Si. (Diky/mediasinardunia.com)

Pemerintah Desa/Kelurahan Verifikasi Data P3KE Mukomuko

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko sedang melakukan verifikasi dan validasi data untuk penanganan pengentasan kemiskinan ekstrim (P3KE). Ujung tombak dari verifikasi dan validasi data tersebut adalah pemerintah desa/kelurahan.

Kepala Bapelitbangda Mukomuko, Gianto, SH., M.Si, meminta kepada pemerintah desa/kelurahan untuk melaporkan data hasil verifikasi dan validasi melalui kecamatan pada tanggal 1 Agustus 2024. Data tersebut akan di rakpitulasi oleh Bapelitbangda dan dilaporkan ke Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK).

Gianto menyatakan bahwa Pemkab Mukomuko menerima data penanganan pengentasan kemiskinan ekstrim (P3KE) dari Kemenko-PMK. Data awal menunjukkan bahwa kemiskinan ekstrim di Kabupaten Mukomuko mencapai 90.000 keluarga.

Verifikasi dan validasi data oleh pemerintah desa/kelurahan penting dilakukan untuk memastikan keakuratan data agar program penanganan kemiskinan dapat tepat sasaran. Data yang diberikan oleh Kemenko-PMK adalah "by name by address," sehingga Pemdes dapat lebih memahami kondisi warganya.

Setelah verifikasi dan validasi data dilakukan oleh pemdes dan dilaporkan ke Bapelitbangda, data tersebut akan disampaikan kembali ke Kemenko-PMK. Selanjutnya, data final akan ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.

Gianto menekankan pentingnya menjaga kecepatan dalam menyampaikan hasil verifikasi dan validasi data agar data P3KE final dapat ditetapkan pada pertengahan Agustus. Data P3KE ini akan menjadi acuan pemerintah dalam melakukan intervensi penanganan dan pengentasan kemiskinan ekstrim.

Verifikasi dan validasi data diperlukan agar program pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dapat mencapai sasaran yang diharapkan. Dengan demikian, data P3KE akan digunakan oleh pemerintah untuk melakukan intervensi yang lebih efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrim.