Skip to main content
x
Pemerintah Kabupaten Mukomuko masih menunggu rekomendasi dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bengkulu untuk mendapatkan hibah jembatan rangka baja. Hibah ini sangat penting untuk mendukung pembangunan jembatan penghubung di Desa Lubuk Selandak. (Diky/mediasinardunia.com)

Pemerintah Kabupaten Mukomuko Menunggu Rekomendasi P2JN Bengkulu untuk Hibah Jembatan Rangka Baja di Desa Lubuk Selandak

Mukomuko, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten Mukomuko masih menunggu rekomendasi dari Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Bengkulu untuk mendapatkan hibah jembatan rangka baja. Hibah ini sangat penting untuk mendukung pembangunan jembatan penghubung di Desa Lubuk Selandak.

"Data sekunder yang ada di Pemerintah Kabupaten Mukomuko sudah diteliti dan diperiksa P2JN Bengkulu sehingga itu menjadi dasar untuk memberikan rekomendasi layak atau tidaknya diberikan hibah rangka," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, Kamis (13/6/24).

Proses pengajuan hibah rangka ini memerlukan berbagai kajian, mulai dari tes tanah, analisis struktur pondasi, hingga kajian hidrologi dan gempa. Semuanya dilakukan untuk memastikan pondasi yang dibangun sejak 2019 mampu mendukung rangka baja yang akan dipasang.

Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,6 miliar untuk biaya pengangkutan dan pemasangan. Namun, masih diperlukan tambahan anggaran sebesar Rp4,5 miliar untuk pengecoran lantai dan pekerjaan lainnya. Tanpa tambahan anggaran pada tahun 2025, proyek ini dapat terhambat.

Pembangunan jembatan ini sangat dinantikan oleh masyarakat. Jembatan ini akan mengakhiri masalah penyebrangan dengan menggunakan rakit dan insiden mobil hanyut. Selain itu, objek wisata di Desa Lubuk Selandak juga akan berkembang dengan adanya jembatan yang telah dibangun.

(Rilis AB)