Pemkab Rejang Lebong Siapkan Lahan 5,8 Hektare untuk Sekolah Rakyat
Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, resmi mengusulkan Desa Tebat Tenong Luar, Kecamatan Bermani Ulu Raya sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi oleh pemerintah pusat. Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri Thobari, SE, M.AP., dalam audiensi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Riko, di Jakarta, pada Selasa (29/07/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fikri didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Rejang Lebong, Lince Malini, SP. Audiensi membahas kesiapan daerah dalam mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari pemerataan akses pendidikan.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah menetapkan lahan seluas 5,8 hektare di belakang Kantor Camat Bermani Ulu Raya, Desa Tebat Tenong Luar, sebagai calon lokasi Sekolah Rakyat. Lahan tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah, terdiri atas dua bidang, yaitu seluas 5,1 hektare dan 0,7 hektare. “Lahan ini dipilih karena datar dan strategis, hanya 10 kilometer dari pusat kota dan lima kilometer dari fasilitas kesehatan,” ujar Lince. Ia menambahkan bahwa lokasi sebelumnya di Dataran Tapus dibatalkan karena tidak memenuhi syarat teknis akibat kemiringan lahan di atas 10 persen.
Infrastruktur Mendukung
Bupati Fikri optimistis usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Tebat Tenong Luar akan disetujui oleh pemerintah pusat, mengingat kesiapan infrastruktur yang memadai di lokasi tersebut. “Jaringan listrik tersedia, akses jalan cukup baik, dan sumber air dapat dioptimalkan melalui pengeboran sumur. Ini menjadi bukti komitmen kami dalam mendukung pendidikan inklusif,” ujar Fikri. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
“Tujuannya adalah menyediakan pendidikan yang layak dan gratis. Jika berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat juga akan berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal,” tambahnya.
Program Nasional
Secara nasional, program Sekolah Rakyat tengah dibahas intensif di tingkat pusat. Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, untuk membahas evaluasi dan pengembangan program tersebut. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam keterangannya menyebutkan bahwa saat ini Sekolah Rakyat sudah berjalan di 63 titik di seluruh Indonesia dan memasuki masa pengenalan lingkungan sekolah. Sebanyak 37 titik tambahan akan segera memulai kegiatan belajar dalam waktu dekat.
“Dari 100 titik yang direncanakan, total daya tampungnya lebih dari 9.700 siswa,” ujar Gus Ipul. Pemerintah pusat menargetkan program ini menjadi solusi pendidikan alternatif yang inklusif dan terjangkau, khususnya bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera.