Pemko Padang Gencar Revitalisasi Kota Tua: Belajar dari Keberhasilan Semarang dan Jakarta*
Padang, Mediasinardunia.com - 14 November 2025, Pemerintah Kota Padang menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan kawasan bersejarah Kota Tua dengan melakukan studi banding (benchmarking) ke Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (12/11/2025). Langkah ini diambil untuk mempelajari pengelolaan kawasan kota lama yang sukses menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus pusat ekonomi kreatif yang dinamis.
Rombongan Pemko Padang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang didampingi oleh sejumlah pejabat daerah serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Lila Yanwar. Kedatangan mereka di Kota Semarang disambut hangat oleh Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, di jantung kawasan Kota Lama Semarang.
Maigus Nasir menjelaskan bahwa pemilihan Semarang sebagai tujuan benchmarking didasari oleh keberhasilan Kota Lama Semarang dalam mentransformasi kawasan bersejarah menjadi area yang tertata rapi, hidup, dan mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.
"Semarang adalah contoh yang sangat baik bagi kami. Banyak pelajaran berharga yang bisa kami petik, terutama dalam menciptakan kawasan Kota Tua yang tidak hanya indah dan tertata, tetapi juga menjadi pusat ekonomi kreatif yang menarik wisatawan," ujar Maigus.
Pemko Padang telah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk merevitalisasi kawasan Kota Tua. Anggaran melalui APBD Kota Padang telah dialokasikan, dan tahap awal penataan direncanakan akan dimulai pada Desember 2025 di tiga titik utama, termasuk kawasan Kota Tua.
Selain Semarang, rombongan dari Padang juga berencana melakukan benchmarking ke Provinsi DKI Jakarta untuk mempelajari pengelolaan Kota Tua Jakarta serta sinergi lintas sektor dalam melestarikan warisan budaya dan mendorong wisata perkotaan yang modern dan berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, memaparkan strategi keberhasilan Kota Lama Semarang, mulai dari perencanaan tata ruang yang matang, pelibatan aktif sektor swasta, pelestarian bangunan bersejarah, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
"Kunci keberhasilan revitalisasi Kota Lama adalah kolaborasi dan komitmen dari berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat. Dengan sinergi ini, nilai sejarah tetap terjaga sekaligus potensi ekonomi kawasan bisa tumbuh," jelas Iswar.
Kota Tua Padang, yang terletak di sepanjang muara Batang Arau, memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan penting sejak abad ke-17. Bangunan-bangunan kuno dengan arsitektur khas kolonial Belanda masih berdiri kokoh, menjadi saksi bisu kejayaan masa lalu.
Namun, seiring berjalannya waktu, kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan dan aktivitas ekonomi. Pemko Padang bertekad untuk mengembalikan kejayaan Kota Tua sebagai pusat sejarah, budaya, dan ekonomi kreatif.
Pemko Padang telah menyusun rencana pembangunan detail untuk merevitalisasi Kota Tua, meliputi:
1. Perbaikan Infrastruktur: Peningkatan kualitas jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya.
2. Restorasi Bangunan: Pelestarian dan perbaikan bangunan-bangunan bersejarah dengan tetap mempertahankan arsitektur aslinya.
3. Pengembangan Ekonomi Kreatif: Pemberian dukungan kepada pelaku UMKM dan industri kreatif lokal untuk mengembangkan produk dan jasa yang unik dan menarik.
4. Penataan Ruang Publik: Penciptaan ruang-ruang publik yang nyaman dan menarik untuk kegiatan seni, budaya, dan rekreasi.
5. Promosi Wisata: Peningkatan promosi Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan melalui berbagai media dan event.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemko Padang berharap Kota Tua Padang tidak hanya menjadi kawasan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat lokal.
Revitalisasi Kota Tua diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta melestarikan warisan budaya untuk generasi mendatang.(TIM FR/HD)