Pemkot Bengkulu Mulai Proses Pemasangan Nama Baru di Setiap Bundaran
Kota Bengkulu, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu telah memulai proses pemasangan nama baru di setiap bundaran yang mengalami perubahan nama. Tindakan ini merupakan langkah lanjutan dari perubahan nama simpang atau bundaran yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK).
Perubahan nama ini juga sejalan dengan kebijakan Pemkot Bengkulu dalam menamai Kota Bengkulu sebagai Kota Merah Putih. Hal ini bertujuan untuk menghormati sejarah bahwa Kota Bengkulu merupakan tempat penting sebagai tempat lahirnya Sang Saka Merah Putih, serta bagian dari kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Kadishub Kota Bengkulu, Hendri Kurniawan, perubahan nama simpang menjadi bundaran adalah bagian dari upaya Kota Bengkulu untuk menjadi kota yang besar dan tidak kalah dengan kota besar lainnya di Indonesia. Salah satu contohnya adalah perubahan Simpang Lima menjadi Bundaran Fatmawati, sebagai penghargaan kepada putri terbaik yang juga istri dari Presiden Pertama Ir Soekarno, yaitu Ibu Fatmawati, Minggu (23/6/24).
Meskipun nama-nama bundaran baru mungkin masih asing bagi masyarakat, Pemkot Bengkulu terus melakukan sosialisasi terkait hal ini. Ide pergantian nama simpang ini juga sejalan dengan kampanye "Kota Merah Putih", yang dianggap sebagai langkah yang tepat mengingat kontribusi Kota Bengkulu dalam kemerdekaan Republik Indonesia.
Daftar lengkap 14 nama-nama persimpangan jalan yang diubah oleh Pemkot Bengkulu adalah sebagai berikut:
1. Simpang Polda menjadi Bundaran Hasan Basri
2. Simpang Nakau menjadi Bundaran Ahmad Kanedi
3. Simpang Panorama menjadi Bundaran Hamzah Sa’ari
4. Simpang 5 Ratu Samban menjadi Bundaran Fatmawati
5. Simpang Bank Indonesia menjadi Bundaran Fadhilah
6. Simpang Jam menjadi Bundaran K.Z Abidin
7. Simpang Skip menjadi Bundaran Chairul Amri
8. Simpang 4 Pantai menjadi Bundaran Syafiudin A.R
9. Simpang DPRD Provinsi Bengkulu menjadi Bundaran Chalik Effendi
10. Simpang Harapan menjadi Bundaran Achmad Rusli
11. Simpang Kampung Bali menjadi Bundaran M. Salim Karim
12. Simpang Sukamerindu menjadi Bundaran M. Zen Rani
13. Simpang SLB menjadi Bundaran Tabri Hamzah
14. Simpang Pagar Dewa menjadi Bundaran Sulaiman Effendi
(Rilis MC/KB)