Skip to main content
x
Wakil Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.Ip menyampaikan bahwa Pemkab Kepahiang telah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui OPD seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3). (Sopian Hadi/mediasinardunia.com)

Peran Sosialisasi Keagamaan dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kepahiang

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Peristiwa tragis di Talang Tige, Kecamatan Muara Kemumu, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu yang merenggut nyawa seorang ibu dan balita merupakan suatu kasus yang sangat menyedihkan. Pihak kepolisian jajaran Polres Kepahiang, Polda Bengkulu masih dalam proses penyelidikan terhadap kasus ini.

Wakil Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.Ip menyampaikan bahwa Pemkab Kepahiang telah melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui OPD seperti Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3). Namun, Nata berharap agar sosialisasi dan edukasi tersebut juga dilengkapi dengan penyuluhan keagamaan.

Bengkulu

Nata menekankan bahwa faktor minimnya iman dan takwa dapat melatari tindakan kekerasan yang menyebabkan kehilangan nyawa seseorang. Oleh karena itu, peran serta pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh agama, perangkat agama, keluarga, dan lingkungan sangat penting dalam mendidik anak-anak untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Dengan demikian, kerjasama antara berbagai pihak dalam upaya meningkatkan nilai-nilai keagamaan dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat diharapkan demi menciptakan lingkungan yang aman dan damai. (SH/Adv)