Skip to main content
x
Plt Bupati Hendri Hadiri HLM TPID di Yogyakarta, 06/05/2026 (Ari/Mediasinardunia.com)

Plt Bupati Hendri Hadiri HLM TPID di Yogyakarta, Bahas Strategi Kendalikan Inflasi dan Harga Pangan

Yogyakarta, Mediasinardunia.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP., MSi., menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Pimpinan atau High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan berkelas nasional ini digelar di Hotel Royal Ambarrukmo, Kota Yogyakarta, Rabu (6/5/2026).
 
Rapat dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE, dan diikuti seluruh kepala daerah se-Provinsi Bengkulu beserta jajaran TPID masing-masing wilayah. HLM TPID ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Capacity Building dan Benchmarking Visit TPID Provinsi Bengkulu ke Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung pada 5–8 Mei 2026.
 
Selain bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga mendukung misi dagang serta penjajakan kerja sama antar daerah antara kabupaten/kota di Bengkulu dengan pemerintah daerah di DIY melalui skema government to government (G2G) maupun business to business (B2B).
 
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah agenda strategis, antara lain rencana aksi TPID dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah, serta penyusunan rencana pengendalian inflasi tahun 2026 di masing-masing daerah.
 
Plt Bupati Hendri menegaskan bahwa keikutsertaan Pemkab Rejang Lebong merupakan wujud komitmen memperkuat koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi daerah.
 
“Pengendalian inflasi tidak hanya soal menjaga harga tetap stabil, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan pangan dan kelancaran distribusi. Ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Hendri.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, berbagai strategi turut dibahas, mulai dari penguatan produksi komoditas pangan, efisiensi distribusi, hingga pengembangan kemitraan usaha antar daerah.
 
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan adalah pengembangan klaster pangan berbasis kawasan sebagaimana diterapkan di DIY, khususnya pada komoditas cabai merah dan bawang merah. Model tersebut dinilai relevan untuk diterapkan di Bengkulu mengingat karakteristik geografis yang serupa, sehingga diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus menekan gejolak harga.
 
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap dapat mengadopsi dan mereplikasi praktik terbaik dalam pengendalian inflasi guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang stabil dan berkelanjutan.