Skip to main content
x
BPBD Rejang Lebong Ingatkan Tujuh Kecamatan Untuk Waspada Bencana Tanah Longsor, 09/06/2024 (Ari/Mediasinardunia.com)

Rawan Bencana Tanah Longsor, BPBD Rejang Lebong Ingatkan Tujuh Kecamatan Untuk Waspada

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyatakan tujuh kecamatan di wilayah itu rawan terjadi bencana alam tanah longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Rejang Lebong, Shalahudin, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem yang tengah terjadi saat ini meningkatkan potensi terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin putih beliung di wilayah tersebut.

"Ada tujuh kecamatan yang termasuk dalam daerah rawan tanah longsor tersebut, yaitu Kecamatan Sindang Dataran, Sindang Kelingi, Binduriang, Padang Ulak Tanding, Curup Utara, Bermani Ulu, dan Bermani Ulu Raya," ungkapnya.

Beberapa bulan terakhir, lanjut Shalahudin, telah terjadi beberapa kejadian tanah longsor di kecamatan tersebut. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, namun terjadi penutupan jalan provinsi dan nasional akibat material longsor.

Salah satu insiden tanah longsor terjadi pada 3 Juni 2024 di Desa Sindang Jati, Kecamatan Sindang Kelingi, yang menyebabkan jalan provinsi menuju Kecamatan Sindang Dataran tertutup material longsor.

Sebelumnya, tanah longsor juga terjadi di Desa Taktoi, Kecamatan Padang Ulak Tanding, pada 3 Mei lalu. Kejadian tersebut mengakibatkan penutupan akses jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Sumatera Selatan, selama tujuh jam lebih karena material longsor mencapai 20 meter dengan ketebalan lima meter.

Shalahudin menjelaskan bahwa tanah longsor ini disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Rejang Lebong.

Ia menekankan pentingnya evakuasi warga apabila hujan turun dengan intensitas yang meningkat, sebagai langkah pencegahan untuk menghindari dampak negatif yang tidak diinginkan.

Untuk mengantisipasi potensi tanah longsor, BPBD telah menyiagakan satu unit alat berat jenis loader beserta puluhan personel Pusdalops dan peralatan penanggulangan bencana lainnya.

Rls: ANTARA