Skip to main content
x
Sekda Rejang Lebong Buka Forum Komunikasi Publik Loka POM, 08/04/2026 (Ari/Mediasinardunia.com)

Sekda Rejang Lebong Buka Forum Komunikasi Publik Loka POM: Perkuat Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Keamanan Pangan

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, SE, MM, membuka Forum Komunikasi Publik Peningkatan Pelayanan yang diselenggarakan oleh Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM). Acara berlangsung di Aula Loka POM pada pukul 08.30 WIB, Rabu, 8 April 2026.
 
Forum ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan perwakilan lembaga, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Dra. Upik Zumratul Aini, M.Si; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kecil Menengah, Anes Rahman, S.Sos, M.Sos; Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Gusti Maria, SH, MH; serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Afreda Rotua Purba, S.Hut, M.Ling. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Akrel. Turut serta perwakilan kepala sekolah tingkat SD dan SMP, AAI, serta organisasi kemasyarakatan.
 
Dalam forum tersebut, disajikan tiga sesi materi dengan pembicara masing-masing. Kepala Loka POM, Pupa Feshirawan Putra, S.Farm, Apt, menyampaikan materi bertajuk “Survei Kepuasan Masyarakat dan Pelayanan Publik oleh BPOM”. Berikutnya, Cicilya Yuliana, ST, memaparkan materi berjudul “Standar Pelayanan Publik 2025 dan Draf Standar Pelayanan Publik 2026”. Terakhir, Novi Hari Trianti, S.Farm., menyajikan materi mengenai “Tiga Program Nasional BPOM: Desa Pangan Aman, Sekolah dengan Pemberdayaan Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman”.
 
“Forum advokasi komitmen lintas sektor di bidang keamanan pangan serta Gerakan Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) merupakan langkah penting yang terus dilakukan oleh Loka POM demi mewujudkan keamanan pangan di masyarakat. Kabupaten Rejang Lebong menjadi salah satu wilayah sasaran dalam program nasional ini,” ungkap Sekda.
 
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kemajuan teknologi digital membawa perubahan baru dalam sistem pengawasan obat dan makanan. Akses informasi serta transaksi daring yang semakin meluas menuntut BPOM untuk menyesuaikan sistem kerja, baik dalam hal pengawasan maupun penyebaran informasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, kerja sama lintas sektor menjadi hal yang sangat krusial, tidak hanya untuk keperluan pengawasan, tetapi juga untuk menyampaikan materi edukasi, advokasi, serta memberdayakan masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas.
 
“Forum ini menjadi wadah komunikasi dua arah antara BPOM dengan para pemangku kepentingan, sehingga kebijakan yang disusun dapat mencakup kebutuhan seluruh pihak dan disusun secara terbuka,” tambahnya.
 
Usai membuka acara, Sekda bersama Kepala Loka POM serta sejumlah kepala dinas melakukan penandatanganan berita acara. Sebagai tanda kenang-kenangan, Kepala Loka POM juga menyerahkan cinderamata kepada Sekda.
 
Sebelumnya, Kepala Loka POM, Pupa Feshirawan, S.Farm, Apt, menyampaikan bahwa BPOM memiliki tugas besar dalam mengawasi peredaran obat dan makanan demi menjaga kesehatan masyarakat. “Namun, tujuan tersebut sulit tercapai secara maksimal tanpa dukungan sistem pemerintahan yang bersih, tanggap, dan mampu bekerja dengan baik,” ujarnya.
 
“Karena itu, kegiatan advokasi lintas sektor yang kami laksanakan hari ini merupakan bukti nyata komitmen Loka POM Rejang Lebong dalam mencetak sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2025,” lanjutnya.
 
Pupa menambahkan bahwa BPOM terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan publik, mulai dari tahap pra-pemasaran seperti pendaftaran produk hingga penerbitan surat keterangan ekspor maupun impor. “Berbagai upaya penyempurnaan terus dilakukan mengikuti perkembangan zaman. Dalam rangka memudahkan pelaku usaha, proses pendaftaran pangan olahan telah disederhanakan melalui penyederhanaan aturan, tanpa mengabaikan aspek keamanan, kualitas, dan manfaat produk. Namun, sayangnya tidak seluruh masyarakat maupun pelaku usaha mengetahui adanya perbaikan sistem pelayanan yang telah dilakukan oleh BPOM,” jelasnya.
 
Sesi diskusi dipandu oleh Fitri Handayani, S.Farm, Apt, selaku moderator. Di penghujung acara, panitia memberikan bingkisan bagi peserta dengan pertanyaan terbaik. Para penerima bingkisan tersebut adalah Kepala Dinas Kominfo, Dra. Upik Zumratul Aini, M.Si; Kepala Dinas DP3APP-KB, Gusti Maria, SH, MH; serta perwakilan dari IAIN Curup.