Skip to main content
x
Kepala Bappeda Bengkulu Selatan, Fikri Aljauhary SE.MM, menyatakan bahwa angka kemiskinan di Bengkulu Selatan mengalami penurunan. Pihaknya telah melakukan analisis langsung di lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap 17,51 persen angka kemiskinan mutlak dan 2,96 persen kemiskinan ekstrem. (Diky/mediasinardunia.com)

Analisis Kepala Bappeda: Penurunan Angka Kemiskinan Bengkulu Selatan Melalui Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Bengkulu Selatan, Mediasinardunia.com - Kepala Bappeda Bengkulu Selatan, Fikri Aljauhary SE.MM, menyatakan bahwa angka kemiskinan di Bengkulu Selatan mengalami penurunan. Pihaknya telah melakukan analisis langsung di lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap 17,51 persen angka kemiskinan mutlak dan 2,96 persen kemiskinan ekstrem.

Fikri menyatakan bahwa hanya mengandalkan data yang tersedia dapat menyebabkan kesalahan dalam merumuskan kebijakan. Dari 18 ribu Kepala Keluarga yang ada, hanya 923 rumah yang dinyatakan tidak layak huni. Fikri menyayangkan hasil sensus yang menemukan bahwa orang-orang yang seharusnya tidak miskin, dinyatakan sebagai miskin. Sebagai contoh, ada dua orang yang memiliki aset tetapi masih dicatat sebagai miskin.

Dari hasil analisis, terdapat 71 rumah yang tidak layak huni dan perlu diintervensi. Dana untuk perbaikan rumah ini akan berasal dari berbagai sumber seperti Dana Alokasi Umum (DAU), CSR, dan BAZNAS.

Fikri menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi rumah yang tidak layak huni agar lapisan masyarakat miskin bisa merasakan dampak positif dari kebijakan Pemerintah Daerah. Intervensi ini dilakukan karena menurut teori penurunan angka kemiskinan, kebutuhan dasar manusia harus dipenuhi terlebih dahulu, termasuk kebutuhan akan rumah yang layak huni.

Program perbaikan rumah tidak layak huni dipilih sebagai upaya untuk menangani masalah kemiskinan dengan memberikan akses bagi masyarakat miskin kepada kebutuhan dasar seperti tempat tinggal yang layak.