Bupati dan Wakil Bupati Asahan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Tinjau Tanggul Jebol di Desa Sei Dua Hulu
Asahan, Mediasinardunia.com - Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos., M.Si, dan Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, M.AP, memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar kepada korban banjir sekaligus meninjau tanggul yang jebol di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, pada Minggu (18/05/2025).
Penyerahan sembako dilakukan secara simbolis kepada 10 masyarakat yang terdampak banjir, dengan selanjutnya akan dilanjutkan oleh pemerintah Kecamatan dan Desa untuk menyalurkan bantuan tersebut. Jenis bantuan yang diberikan meliputi beras 10 kg sebanyak 550 kg, mie instan 7.050 kotak, minyak goreng 350 liter, ikan kaleng sarden 300 kaleng, gula pasir 50 kg, dan telur ayam sebanyak 1.500 butir, serta seng sebanyak 100 lembar.
“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak. Saya juga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kolaborasi dari anggota DPRD Provinsi Sumut, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan Jasa Tirta,” ungkap Bupati Asahan, sambil berharap Desa Sei Dua Hulu dapat berkembang dengan baik pasca banjir.
Drs. Yahdi Khoir, Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara, menjelaskan bahwa banjir ini terjadi akibat pecahnya benteng di Sungai Asahan di empat titik. Ia berharap perbaikan segera dilakukan karena masalah banjir menjadi perhatian utama dan akan ditangani secepatnya.
“Kami telah menerima laporan dan langsung turun ke lapangan untuk menindaklanjuti, Insya Allah bulan Juni mendatang perbaikan sudah bisa dimulai. Ini juga merupakan semangat kolaborasi antara Pemerintah Sumatera Utara, BWS, Jasa Tirta, serta Pemkab Asahan,” tandas Yahdi, menambahkan bahwa Komisi D DPRD Provinsi Sumut akan mengawal proses perbaikan tanggul yang jebol di Sungai Asahan.
Kepala Desa Sei Dua Hulu, Sumardi Nasution, menjelaskan bahwa banjir yang disebabkan jebolnya benteng sepanjang kurang lebih 300 meter di aliran Sungai Asahan berdampak signifikan pada masyarakat. “Kami berharap kehadiran para Bupati, Wakil Bupati, dan anggota DPRD Sumut dapat memberikan solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan ini,” harap Kades.
Marwan, perwakilan BWS Provinsi Sumatera Utara II, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah pusat, provinsi, dan Pemkab Asahan, untuk memperbaiki bendungan yang pecah tersebut. “Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Meskipun ada efisiensi anggaran, kami akan berkoordinasi dengan Jasa Tirta, dan mereka sudah menyetujui untuk memulai pengerjaan tanggul yang jebol di bulan Juni,” ungkapnya.
Bupati beserta rombongan kemudian meninjau lokasi tanggul yang jebol menggunakan perahu sampan. Situasi tersebut menyebabkan melimpahnya air ke lahan perkebunan dan pemukiman warga. Berdasarkan pengamatan di lapangan, pihak BWSS II Medan menyatakan akan segera melakukan rekonstruksi perbaikan tanggul dan meminta dukungan dari pemerintah setempat agar lahan masyarakat yang terimbas dalam kegiatan rekonstruksi tidak menuntut ganti rugi.
Acara dihadiri pejabat terkait dari pemerintah Kabupaten Asahan, Sekdakab Asahan, beberapa OPD, anggota DPRD Sumut Bapak Samiun Sembara Marpaung, pihak BWSS II, Perwakilan Perum Jasa Tirta I, Camat Simpang Empat, Camat Teluk Dalam, kepala desa Sei Dua Hulu dan Teluk Dalam, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya. (ib85)