Skip to main content
x
Kegiatan pelatihan pilih, pilah, dan olah sampah dari rumah di 4 Kelurahan Kota Bengkulu. 28/05/2024 (Diky/Mediasinardunia.com)

Membumikan Program Pilih, Pilah, dan Olah Sampah di 4 Kelurahan Kota Bengkulu Bersama Usin Sembiring

Bengkulu, Mediasinardunia.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu kembali melaksanakan kegiatan pelatihan pilih, pilah, dan olah sampah dari rumah di 4 Kelurahan Kota Bengkulu.

Pada Senin, 20 Mei 2024, pelatihan dilaksanakan di RT 04 Kelurahan Bentiring Permai dengan bimbingan fasilitator Erianto.

Sementara, pada Jumat, 24 Mei 2024, pelatihan Pilih, Pilih, dan Olah Sampah dari Rumah dilaksanakan di RT 09 Kelurahan Panorama.

Pada Sabtu, 25 Mei 2024, kegiatan dilaksanakan di RT 12 Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu dipandu langsung oleh Siti Farwati (Lala), Fungsional Pengendali Lingkungan DLHK Pemprov Bengkulu bersama koordinator Yudi Nugroho.

Kegiatan pelatihan juga berlangsung di RT 07 Kampung Kelawi Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu pada Sabtu, 25 Mei 2024, dan dihadiri oleh ibu Lala, Eko Sumartono dari dosen UNIVED, koordinator, fasilitator, dan Bank Sampah SEHATI sebagai narasumber materi Eco Enzym, komposter, dan Pengelolaan kerajinan limbah plastik.

 

Kota bengkulu

 

Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring SH, yang juga Inisiator Bank Sampah, menyampaikan bahwa laporan dari fasilitator dan pihak DLHK Provinsi Bengkulu meningkatkan semangatnya.

Ia menekankan pentingnya tetap berbuat kebaikan dengan ikhlas dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

Usin Abdisyah Putra Sembiring SH menyatakan, “Melihat antusiasme mereka, saya semakin bersemangat untuk mengawal program ini. Merdeka Sampah bukan hanya sekedar jargon, tetapi harus diimplementasikan di masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah menjadi sumber penghasilan. Kita terus menggerakkan penyebaran pengorganisasian kelompok kader lingkungan untuk menciptakan kesadaran dalam penanganan sampah secara komunitas di tingkat RT.”

Usin menegaskan bahwa pengorganisasian ini sangat efektif dalam mengedukasi ibu-ibu rumah tangga yang merupakan penghasil sampah untuk menjadi pengelola sampah di rumah.

Program ini, kata Usin, tidak bisa dihentikan karena dilakukan dengan ikhlas dan rasa tanggung jawab untuk kebersamaan dan kesehatan lingkungan. (Adv/MSD)