Skip to main content
x
Pemkot Bengkulu Imbau Orang Tua Awasi Anak Saat Libur Idul Fitri, 23/03/2026 (Ari/Mediasinardunia.com)

Pemkot Bengkulu Imbau Orang Tua Awasi Anak Saat Libur Idul Fitri, Pastikan Aman dan Sehat

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau para orang tua untuk memperhatikan keamanan dan keselamatan anak selama berlibur di objek wisata pada libur Idul Fitri 1447 Hijriah.
 
"Orang tua diharapkan selalu mengawasi anak-anaknya saat berlibur, terutama di tempat-tempat ramai dan berisiko, demi menjaga keselamatan mereka," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu Ilham Putra di Bengkulu, Senin (23/03/2026).
 
Menurutnya, selama musim libur Idul Fitri, sejumlah objek wisata di Kota Bengkulu mulai dipadati wisatawan dari dalam maupun luar kota.
 
Beberapa destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga antara lain Pantai Panjang, Rumah Pengasingan Bung Karno, Danau Dendam Tak Sudah, dan Benteng Fort Marlborough.
 
"Dengan ramainya pengunjung, pengawasan orang tua sangat diperlukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," kata Ilham.
 
Ia menyebut bahwa dengan pengawasan orang tua selama libur Lebaran, diharapkan saat memasuki proses belajar mengajar pada 28 Maret mendatang, anak-anak dalam keadaan sehat.
 
Pemerintah Kota berharap momentum libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan, sehingga liburan berlangsung aman, nyaman, dan menyenangkan.
 
"Dengan kondisi anak yang tetap aman dan sehat selama liburan, diharapkan mereka bisa kembali ke sekolah dan mengikuti kegiatan belajar dengan baik," ujar dia.
 
Sebelumnya, Pemkot Bengkulu telah mengatur dan menyesuaikan jadwal jam belajar bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut selama Ramadhan 1447 Hijriah.
 
Selama Ramadhan 1447 Hijriah, pengaturan jam sekolah diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan, dengan setiap jam pelajaran dikurangi 10 menit.
 
Hal tersebut dilakukan untuk menyesuaikan aktivitas belajar mengajar dengan suasana Ramadhan tanpa mengurangi esensi pendidikan serta pembinaan karakter peserta didik.
 
Selama Ramadhan, pihak sekolah juga diminta untuk mengisi kegiatan siswa dengan aktivitas keagamaan dan pembinaan karakter, seperti pesantren kilat, kultum, shalawat, program One Day One Juz, serta kegiatan ibadah lainnya di lingkungan masing-masing siswa dengan pelaporan agenda yang jelas.