Sefty Yuslinah Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Berharap Agar Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Bisa Diminimalisir
Bengkulu, Mediasinardunia.com – Ternyata jumlah kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak selama ini lebih banyak dari yang telah dilaporkan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah membentuk Kader Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Perempuan dan Anak, serta Kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).
Wakil Ketua (Waka) Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Sefty Yuslinah, S.Sos., M.AP., berharap bahwa kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Bengkulu dapat diminimalisir.

Menurut Sefty, Satgas ini bersifat independent, namun diharapkan agar dapat lebih dibawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dengan dukungan maksimal dari Pemerintah Daerah.
Sefty menambahkan bahwa selain Satgas PATMB, juga ada PARDA (Perlindungan Anak) yang perlu disosialisasikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Hal ini karena perlu adanya Struktur Organisasi di Desa atau RT dan keterlibatan Seksi Perlindungan Anak.
Sefty juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada Kabupaten/Kota Bengkulu bahwa Provinsi Bengkulu memiliki Perda (Perlindungan Anak) dengan keberadaan seksi perlindungan anak di setiap RT atau desa. Diharapkan adanya dukungan dari orang-orang yang memiliki latar belakang psikologis.
Dengan demikian, upaya perlindungan terhadap Perempuan dan Anak di Bengkulu diharapkan dapat semakin terkoordinasi dan terarah. (MSD/ADV)