Jalan Gang Abad Bengkulu Selatan Rusak Parah, Bupati Janjikan Penanganan Sementara dan Perbaikan Permanen melalui Perubahan Anggaran
Bengkulu Selatan, Mediasinardunia.com – Keluhan masyarakat terkait infrastruktur kembali muncul di Kabupaten Bengkulu Selatan. Kali ini, sorotan tertuju pada ruas jalan lingkungan di jantung Kota Manna, tepatnya di Kelurahan Gunung Ayu RT 06, Jalan Gang Abad.
Jalan sepanjang sekitar 162 meter tersebut dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah dan sering menyulitkan aktivitas warga, terutama saat hujan. Kondisi jalan yang berlumpur dan licin mengganggu mobilitas masyarakat; pengendara roda dua maupun pejalan kaki harus ekstra hati-hati agar tidak terjatuh. Lokasi ini berada di kawasan permukiman padat yang setiap hari dilalui warga untuk beraktivitas.
Menanggapi hal itu, Bupati Bengkulu Selatan H. Rifai Tajuddin, S.Sos memastikan pemerintah daerah telah menerima laporan dan akan segera mengambil langkah penanganan. Ia mengakui ruas Jalan Gang Abad sebelumnya belum masuk dalam pantauan utama agenda pemerataan pembangunan infrastruktur.
“Laporan dari masyarakat ini memang belum sempat terpantau oleh kami. Namun ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Untuk pemerataan pembangunan, tentu akan kami upayakan agar ke depan tidak ada lagi ruas jalan yang terlewat dari perhatian,” ujar Rifai pada Senin (26 Januari 2026).
Rifai menjelaskan, keterbatasan anggaran serta luasnya wilayah yang harus ditangani membuat pemerintah daerah perlu menyusun skala prioritas. Meski demikian, setiap laporan masyarakat tetap menjadi bahan evaluasi dan akan dimasukkan dalam perencanaan pembangunan, termasuk melalui mekanisme perubahan anggaran.
Sebagai respons awal, Pemkab Bengkulu Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan penanganan sementara di Jalan Gang Abad. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan yang berlumpur dan licin.
“Untuk sementara kita lakukan penanganan awal menggunakan dana pemeliharaan. Jalan akan ditimbun serbaguna (sertu) dan diratakan supaya tidak lagi berlumpur dan bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki,” jelasnya.
Ia menegaskan, penanganan tersebut bersifat sementara dan belum termasuk pembangunan permanen. Namun, langkah itu dinilai penting untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. “Ini masih tindakan awal, belum permanen. Tapi paling tidak masyarakat tidak lagi kesulitan beraktivitas akibat kondisi jalan yang rusak parah,” tambah Rifai.
Untuk solusi jangka panjang, Rifai memastikan perbaikan Jalan Gang Abad akan dimasukkan dalam pembahasan perubahan anggaran yang direncanakan sekitar Agustus mendatang. Dalam tahap tersebut, pemerintah akan mengkaji jenis konstruksi paling tepat sesuai kondisi tanah, intensitas penggunaan, serta ketersediaan anggaran.
“Nanti akan kita rencanakan dalam perubahan anggaran. Apakah bentuknya rabat beton atau model konstruksi lain yang lebih sesuai, itu akan kita bahas dan sesuaikan dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.
Menurut Rifai, infrastruktur jalan lingkungan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jalan yang layak tidak hanya mempermudah mobilitas, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta kualitas hidup warga.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang partisipasi publik. Setiap laporan, kritik, dan masukan masyarakat akan menjadi dasar evaluasi pembangunan ke depan. “Yang jelas, setiap laporan masyarakat akan kami perhatikan dan tindak lanjuti. Walaupun saat ini baru bisa dilakukan penanganan awal, ke depan akan kami tingkatkan menjadi pembangunan yang lebih permanen,” tegasnya.
Rifai berharap masyarakat tetap bersabar dan aktif mengawasi jalannya pembangunan di Bengkulu Selatan. Menurutnya, sinergi pemerintah dan warga menjadi kunci agar pembangunan berjalan merata dan tepat sasaran.
Dengan adanya respons cepat ini, warga Kelurahan Gunung Ayu berharap Jalan Gang Abad segera membaik dan tidak lagi menjadi hambatan aktivitas harian. Pemkab Bengkulu Selatan pun berkomitmen menjadikan laporan tersebut sebagai pengingat agar pembangunan tidak hanya terfokus pada jalan utama, tetapi juga menyentuh jalan lingkungan di pusat permukiman warga.