Skip to main content
x
Pemerintah Rejang Lebong Kunjungi Banyuwangi untuk Pelajari Strategi Pengembangan Pariwisata (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemerintah Rejang Lebong Kunjungi Banyuwangi untuk Pelajari Strategi Pengembangan Pariwisata

Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, untuk mempelajari strategi pengembangan pariwisata daerah. Kunjungan ini bertujuan untuk menggali praktik terbaik dalam pengelolaan destinasi wisata yang berbasis potensi lokal yang telah diterapkan di Banyuwangi.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Rejang Lebong, H. Muhammad Fikri, SE, M.AP. Dalam pernyataannya, Fikri menekankan bahwa Banyuwangi menjadi contoh nyata keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun sektor pariwisata secara inovatif dan berkelanjutan.

“Kita ingin belajar langsung bagaimana Banyuwangi mengelola potensi wisatanya dengan cara yang inovatif dan partisipatif. Ini adalah kesempatan untuk berbagi pengalaman serta memperluas wawasan,” ujar Bupati Fikri.

Menurut Bupati Fikri, salah satu strategi menarik dari Banyuwangi adalah penyelenggaraan acara wisata secara rutin sebagai daya tarik utama. Ia menyebutkan bahwa acara-acara tersebut kini menjadi bagian penting dari agenda promosi wisata dan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

“Mereka tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga aktif menggelar acara hampir setiap bulan. Dari yang awalnya berskala lokal, kini acara-acara itu sudah berkembang menjadi agenda nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk diadaptasi di Rejang Lebong. Pemerintah daerah berencana untuk mengembangkan konsep serupa yang mengedepankan kreativitas dan pelibatan masyarakat.

“Gagasan ini tentunya akan kami coba terapkan di Rejang Lebong. Harapannya, pariwisata kita bisa tumbuh dengan pendekatan yang lebih kreatif dan berkelanjutan,” kata Fikri.

Melalui kunjungan kerja ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap dapat memperkuat identitas kepariwisataan daerah yang berbasis budaya dan kearifan lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.