Pj Sekda Rejang Lebong Buka Pelatihan Koperasi Merah Putih, Pilar Ekonomi Desa
Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Elva Mardiana, S.I.P., M.Si, resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025. Kegiatan yang diikuti perwakilan dari 156 koperasi desa dan kelurahan tersebut digelar di Hotel Mutiara Kota Curup, Rabu (19/11/2025).
Dalam sambutannya, Pj Sekda Elva Mardiana menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan pilar penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan masyarakat.
“Koperasi Merah Putih bukan hanya wadah, tetapi simpul koordinasi yang menyampaikan informasi, menjaring aspirasi, sekaligus memfasilitasi kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Elva.
Ia menambahkan, forum pelatihan tersebut bukan sekadar agenda rutinitas, melainkan langkah strategis untuk menanam benih perubahan serta membangun kekuatan ekonomi desa berbasis kolektivitas.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas terbentuknya 156 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata semangat gotong royong dan tekad dalam membangun kemandirian ekonomi kerakyatan,” tegasnya.
Menurut Elva, pembentukan koperasi bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari babak baru perjuangan meningkatkan ekonomi desa. Koperasi diharapkan mampu memperkuat perputaran ekonomi lokal, membuka akses pasar, menciptakan lapangan kerja, hingga memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Elva juga mengingatkan bahwa di tengah era disrupsi teknologi, pasar bebas, dan dinamika geopolitik yang berdampak pada sektor pangan serta energi, koperasi harus menjadi garda terdepan ketahanan ekonomi lokal yang adaptif dan berkelanjutan.
Kepada seluruh pengurus Koperasi Merah Putih, Elva berpesan agar menjalankan amanah dengan integritas dan akuntabilitas tinggi.
“Koperasi bukan hanya urusan administratif. Pengelolaannya harus transparan, partisipatif, dan benar-benar menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda serta para sarjana desa. Dengan kreativitas dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, mereka diyakini mampu menjadi energi baru bagi kemajuan koperasi.
“Mari ciptakan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkarya melalui koperasi. Mereka adalah kekuatan masa depan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Elva mengajak seluruh unsur masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat koperasi sebagai perwujudan nyata semangat gotong royong dalam mewujudkan keadilan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu, Eddyson, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa percepatan pengembangan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, terutama dalam penguatan pembangunan gerai koperasi.
“Silakan manfaatkan tanah-tanah pemerintah yang belum digunakan. Pengurus koperasi diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk pemanfaatan lahan bagi pembangunan gerai,” tutup Eddyson.