DP3APPKB Provinsi Bengkulu Belum Tiba, Validasi Bansos di Kepahiang Tertunda
Kepahiang, Mediasinardunia.com - Meskipun rencananya akan segera bertolak ke Kabupaten Kepahiang untuk melakukan validasi terhadap calon penerima Bantuan Sosial (Bansos) bagi fakir miskin, namun hingga hari ini DP3APPKB Provinsi Bengkulu belum kunjung tiba.
Kepala Dinsos Kabupaten Kepahiang, Helmi Johan, M.Pd menyatakan bahwa pihaknya masih belum dapat memastikan jadwal pasti kedatangan rombongan DP3APPKB Provinsi Bengkulu. Berdasarkan informasi terakhir, Pemerintah Provinsi Bengkulu mengatakan akan segera mengunjungi Kabupaten Kepahiang.
"Rombongan belum tiba, kami belum bisa memastikan kapan mereka akan sampai di Kabupaten Kepahiang. Kami telah menerima pemberitahuan beberapa hari yang lalu," ujar Helmi.
Menurut Helmi, dari 30 janda yang diajukan untuk menerima Bansos, DP3APPKB Provinsi Bengkulu hanya akan memeriksa 5 orang sebagai sampel validasi. Kelima orang tersebut akan dipilih secara acak sesuai keinginan DP3APPKB Provinsi Bengkulu.
"DP3APPKB Provinsi Bengkulu akan memilih secara acak 5 orang untuk validasi. Sisanya tidak akan diverifikasi," tambahnya.
Sebelumnya, 30 nama janda di Kabupaten Kepahiang telah dipilih untuk menerima bantuan. Dinsos Kepahiang meminta calon penerima bantuan untuk menyiapkan persyaratan yang telah ditetapkan.
Setelah pendataan, verifikasi dan validasi oleh Pemprov Bengkulu akan dilakukan. Para janda fakir miskin diminta untuk bersabar menunggu realisasi bantuan.
"Pemprov Bengkulu telah meminta Dinsos Kepahiang untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap 30 calon penerima bantuan. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran. Janda yang sudah didata diminta bersabar, karena masih ada proses verifikasi dan validasi sebelum bantuan dapat diterima," jelas Helmi.
Dalam persiapan verifikasi dan validasi, Dinsos Kepahiang meminta calon penerima bantuan untuk menyiapkan foto copy KTP, KK, nomor handphone yang dapat dihubungi, dan ID keluarga P3KE.
"Calon penerima bantuan sudah diminta untuk menyiapkan persyaratan yang diperlukan," ungkap Helmi.
Rls: RK