Skip to main content
x

Harga Minyak Mentah Dunia Terpeleset, Imbas Stok Minyak Mentah AS Yang Mengalami Peningkatan

Jakarta, Mediasinardunia.com - Harga minyak mentah Brent mengalami penurunan pada hari Kamis (29/2/2024) setelah mencapai US$83 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$78. Menurut laporan dari Bloomberg, stok minyak mentah AS telah berturut-turut mengalami peningkatan selama lima minggu terakhir sebesar 4,2 juta barel, meskipun lebih kecil dari perkiraan laporan, dan stok juga meningkat di Cushing.

Pengukuran inflasi yang disukai Federal Reserve (The Fed), yakni Personal Consumption Expenditures (PCE) atau indeks pengeluaran konsumsi pribadi inti, akan dipublikasikan pada Kamis malam. Hal ini merespons pernyataan dari pejabat bank sentral beberapa pekan terakhir bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memulai kebijakan memotong suku bunga.

Kebijakan tersebut diperkirakan akan memengaruhi nilai tukar dolar AS, komoditas, dan kondisi permintaan terhadap energi secara lebih luas. Harga minyak mentah diperkirakan akan terus mengalami kenaikan untuk bulan kedua berturut-turut, meskipun harga minyak masih berada dalam rentang perdagangan yang ketat.

Kenaikan tersebut didukung oleh pengurangan pasokan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya. Organisasi tersebut juga diperkirakan akan menyetujui perpanjangan pengurangan pasokan hingga kuartal II/2024. Namun, ada kekhawatiran terkait prospek permintaan minyak karena pertumbuhan konsumsi China berpotensi melambat akibat kondisi perekonomian yang lebih lemah. Saad Rahim, Kepala Ekonom Trafigura Group, menegaskan bahwa pasar masih dalam kondisi yang relatif ketat dan mencatat "tanda-tanda kehidupan" dalam manufaktur global dan petrokimia serta adanya ungkapan "risiko naik" yang lebih sering terdengar dalam beberapa tahun terakhir.

 

Rilis : BC