Skip to main content
x
Gubernur Helmi Hasan Temui Ketua BAZNAS RI, 30/01/2026 (Diky/Mediasinardunia.com)

Gubernur Helmi Hasan Temui Ketua BAZNAS RI, Dorong Optimalisasi Zakat Perusahaan dan Sinergi dengan Pemda

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melakukan kunjungan resmi sekaligus audiensi dengan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jakarta, pada Jumat (30/1). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat, khususnya yang berasal dari perusahaan dan sektor usaha di daerah.
 
Dalam pertemuan itu, Helmi Hasan menekankan pentingnya kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban zakat, terutama zakat hasil bumi dan usaha, yang disalurkan melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara. Menurutnya, masih terdapat potensi zakat yang besar namun belum tergarap secara maksimal karena belum seluruh perusahaan menyalurkannya melalui mekanisme yang terorganisir.
 
"Zakat bukan hanya soal kedermawanan, tetapi juga kewajiban yang memiliki aturan dan tata kelola. Ketika disalurkan melalui BAZNAS, pengelolaannya menjadi lebih rapi, transparan, dan akuntabel," ujar Helmi Hasan dalam audiensi tersebut.
 
Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak perusahaan telah menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat, namun penyaluran tersebut belum seluruhnya terintegrasi dengan sistem zakat nasional. Padahal, jika dikelola melalui BAZNAS, pendistribusian zakat dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
 
Helmi Hasan juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu terus mendorong terciptanya kesadaran kolektif, baik di kalangan dunia usaha maupun aparatur pemerintah, untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pembangunan sosial dan ekonomi umat. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung Gerakan Zakat Nasional.
 
Selain membahas zakat perusahaan, Gubernur Bengkulu turut memaparkan program sosial unggulan yang tengah dijalankan, yakni program orang tua asuh. Program tersebut mewajibkan setiap pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan dan perhatian sosial.
 
"Melalui program orang tua asuh, kami ingin memastikan bahwa anak-anak Bengkulu tidak kehilangan harapan. Saat ini hampir 5.000 anak telah memiliki orang tua asuh, mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, unsur Forkopimda, hingga pejabat di setiap organisasi perangkat daerah," jelasnya.
 
Menurut Helmi, program ini bukan sekadar bantuan material, melainkan bentuk tanggung jawab moral pemerintah terhadap masa depan generasi muda. Dengan keterlibatan langsung para pejabat, diharapkan tercipta ikatan emosional dan kepedulian yang berkelanjutan.
 
Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan juga menegaskan bahwa jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu didorong untuk menjadi contoh bagi masyarakat, salah satunya dengan menunaikan zakat melalui BAZNAS. Keteladanan dari para pemimpin dinilai penting untuk menumbuhkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
 
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad menyambut positif komitmen dan langkah konkret yang ditunjukkan oleh Gubernur Bengkulu. Ia menilai dukungan kepala daerah memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat di daerah.
 
"Apa yang dilakukan Gubernur Bengkulu merupakan contoh nyata kepemimpinan yang berpihak pada penguatan zakat. Ketika kepala daerah terlibat langsung, baik ASN, pejabat, maupun dunia usaha akan lebih terdorong untuk berpartisipasi," ungkap Noor Achmad.
 
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS akan memberikan dampak signifikan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan terintegrasi, manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
 
"Zakat yang dikelola dengan baik melalui BAZNAS bukan hanya membantu mustahik, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan sosial yang berkelanjutan," pungkasnya.