Komisi III DPRD Bengkulu Soroti Ketahanan Jembatan Air Martan, Dorong Pembangunan Breakwater
BENGKULU, Mediasinardunia.com – Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu memberikan perhatian serius terhadap ketahanan Jembatan Air Martan di Kabupaten Seluma. Mengingat posisi jembatan yang rawan terancam abrasi, bersama tim ahli teknik meninjau langsung lokasi jembatan pada Rabu (6/5/2026).
Peninjauan tersebut dipimpin Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu, Ir. H. Darmawansyah, didampingi Direktur Utama PT Rotek, Ir. Purwanto, serta pakar Fakultas Teknik Universitas Bengkulu, Dr. Gustav Kurniawan. Turut hadir pula perwakilan BPBD Provinsi Bengkulu guna mengkaji langkah mitigasi jangka panjang terhadap ancaman abrasi di kawasan tersebut.
Dalam keterangannya, Darmawansyah menyampaikan bahwa secara umum struktur utama Jembatan Air Martan masih dalam kondisi kokoh dan layak dilalui masyarakat. Ia menjelaskan, kerusakan pada bagian oprit dan beberapa titik lain yang sempat tergerus cuaca ekstrem pada April lalu kini telah selesai diperbaiki sehingga akses lalu lintas kembali dapat digunakan secara normal.
Meski demikian, Komisi III mencatat masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan yang perlu segera dilakukan guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kami menekankan pentingnya pemasangan pelat pijak di atas oprit untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengendara. Selain itu, ancaman abrasi akibat pertemuan tiga aliran sungai dan gelombang laut tidak bisa dianggap remeh,” ujar Darmawansyah.
Sebagai langkah antisipasi permanen terhadap hantaman ombak di kawasan muara sungai, Komisi III DPRD Provinsi Bengkulu juga mendorong percepatan langkah administratif agar pembangunan infrastruktur pelindung segera direalisasikan.

“Komisi III mendorong BPBD agar melalui Gubernur segera bersurat kepada BWSS VII Bengkulu. Kita membutuhkan pembangunan breakwater atau pemecah gelombang sebagai pelindung utama jembatan dari ancaman abrasi,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Gustav Kurniawan menjelaskan bahwa meskipun fondasi utama jembatan dinilai cukup baik, dinamika arus di kawasan muara sungai yang sangat kuat tetap memerlukan kajian mendalam. Menurutnya, cuaca ekstrem dapat memicu perubahan arus yang sewaktu-waktu berpotensi mengancam stabilitas pendukung jembatan.
Jembatan Air Martan sendiri memiliki peran vital sebagai jalur penghubung masyarakat, mulai dari kawasan Pasar Talo, Pasar Ngalam hingga Desa Rawa Endah di Kabupaten Seluma. Karena itu, keberadaan jembatan tersebut dinilai sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Komisi III juga menegaskan agar pihak kontraktor, PT Rotek, bertanggung jawab penuh menindaklanjuti seluruh rekomendasi teknis dari tim ahli demi memastikan keselamatan para pengguna jalan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut.(ADV)