Pemprov Bengkulu Siapkan Titik Potensial untuk Ditinjau Investor Korsel
Bengkulu - Mediasinardunia.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mulai mempersiapkan titik-titik lokasi potensial yang akan dikunjungi investor asing dari Negara Korea Selatan (Koresel), Profesor Kim Soo-ill dan rombongan yang dijadwalkan dilakukan mulai Rabu dan Kamis, 31 Mei dan 1 Juni 2023 mendatang.
Asisten I Pemda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar usai rapat koordinasi bersama pimpinan OPD yang dilibatkan dalam agenda besar itu di Balai Daerah mengatakan, pematangan persiapan itu dilakukan agar nantinya calon investor mendapatkan gambaran yang utuh dan jelas terhadap potensi investasi yang bisa dikembangkan di Bengkulu, sehingga Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah yang memimpin langsung rapat itu menginstruksikan agar masing-masing OPD yang terlibat pada hari pelaksanaan hadir kendati bertepatan dengan hari libur di tanggal 1 Juni 2023.
Beberapa titik lokasi kunjungan dikaitkan dengan potensi investasi yang mungkin dikembangkan diantaranya di bidang perikanan, pariwisata dalam hal ini Pantai Panjang dan Danau Dendam Tak Sudah serta asset yang bisa dikerjasamakan seperti mess pemda dan lapangan golf yang menurutnya kemungkinan bisa dikelola dan dijadikan destinasi internasional.
Khairil Anwar juga mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga optimis bahwa Investor asal Korea Selatan ini bersungguh-sungguh untuk menanamkan investasinya di Provinsi Bengkulu, sehingga selain mempersiapkan titik-titik kunjungan, dokumen dan data pendukung lainnya juga dipersiapkan dengan matang.
“Kita optimis mereka memang bersungguh-sungguh untuk berinvestasi di Bengkulu, kalau cuma jalan-jalan ngapain jauh-jauh dari Korea. Mereka pasti punya hitung-hitungan, berapa biaya yang harus mereka keluarkan. Tinggal kita lagi bagaimana meyakinkan mereka,” ungkap Khairil Anwar, Senin (29/5).
Dalam kunjungan itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu nantinya juga akan melibatkan stake holder lainnya dan asosiasi pengusaha yang mungkin berpeluang untuk bekerjasama dengan investor asing tersebut.(**)