Skip to main content
x
Keajaiban Arsitektur Candi Borobudur: Teknik Penguncian yang Mempesona, 14/05/2024 (Diky/Mediasinardunia.com)

Keajaiban Arsitektur Candi Borobudur: Teknik Penguncian yang Mempesona

Jakarta, Mediasinardunia.com - Bangunan Candi Borobudur merupakan salah satu warisan sejarah dunia yang berlokasi di Indonesia. Selain memiliki keindahan yang megah, Candi Borobudur juga mengandung fakta menarik terutama dari segi arsitektur.

Ternyata, bangunan megah ini tidak dibangun dengan menggunakan semen atau putih telur seperti yang sering diceritakan oleh nenek moyang. Sebaliknya, Candi Borobudur menggunakan sistem interlock atau teknik penguncian. Hal ini membuat bagian batu yang disusun sulit dibentuk dengan rapi agar dapat disatukan menggunakan teknik penguncian.

Menurut para sejarawan, arkeologis, dan ilmuwan yang terdokumentasikan dalam buku "Candi Indonesia: Seri Jawa" yang ditulis oleh Edi Sedyawati, Hasan Djafar, dan lainnya yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun 2013, Borobudur merupakan pengecualian dibandingkan dengan candi-candi lain yang berada di Jawa.

Umumnya, untuk membangun candi di Jawa, tanah di lokasi candi dipadatkan dengan pasir, batu kerikil, dan bahan lainnya. Ada yang juga dibangun dengan membuat ruangan di dalam tanah yang kemudian diisi dengan batu, pasir, dan bahan konstruksi lainnya sebelum didirikan fondasi candi.

Borobudur sendiri dibangun dengan cara yang berbeda dalam penataan fondasinya. Candi ini dibangun di atas bukit yang telah dibentuk sesuai dengan bentuk candi yang diinginkan. Fondasi bagian terluar candi ini masuk ke dalam tanah hingga sekitar satu meter, tertumpu di atas lapisan batu karang, sementara bagian bangunan di atasnya ditopang oleh beberapa lapis batu.

Para ilmuwan memuji teknologi yang digunakan dalam pembangunan Candi Borobudur sebagai canggih dan maju, mengingat bahwa candi ini dibangun tanpa ada candi-candi lain yang dianggap sebagai prototipenya. Dengan demikian, nenek moyang Nusantara mampu membangun Candi Borobudur yang begitu megah dan memiliki arsitektur yang unik. Bentuknya pun sangat berbeda dan tak tertandingi oleh candi-candi lainnya.

Rls: Dtk.c