Skip to main content
x
Dengan target predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kemenag Kepahiang terus berupaya memaksimalkan langkah pembangunan zona integritas. (Diky/mediasinardunia.com)

Memaximalkan Langkah Menuju WBK dan WBBM: Inspirasi dari Kemenag Bantul untuk Kemenag Kepahiang

Kepahiang, Mediasinardunia.com - Dengan target predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), Kemenag Kepahiang terus berupaya memaksimalkan langkah pembangunan zona integritas.

Untuk meningkatkan pemahaman terkait pembangunan zona integritas di lingkungan jajarannya, Kemenag Kepahiang memilih Kemenag Bantul sebagai referensi. Melalui pertemuan yang diselenggarakan secara virtual melalui platform zoom, Kemenag Kepahiang mendapatkan banyak wawasan terkait kiat-kiat sukses dalam pembangunan zona integritas dari Kemenag Bantul.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dalam memaksimalkan pembangunan zona integritas dengan target WBK/WBBM. Setelah mengikuti penilaian selama 2 tahun, Kemenag Kepahiang masih dinilai belum berhasil melaksanakan pembangunan zona integritas secara maksimal.

Kakan Kemenag Kepahiang, Drs. Albahri, M.Si, menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan agar dapat meraih predikat WBK/WBBM, terutama menjelang tim penilaian nasional pembangunan zona integritas. Mereka belajar banyak dari Kemenag Bantul dan meminta tips agar lebih siap menghadapi penilaian zona integritas.

Pemateri Tim Pembangunan Zona Integritas, Agus Yunianto, SE, M.Ap, menjelaskan bahwa kesiapan mental dan nilai instrinsik merupakan hal pertama yang harus disiapkan untuk penilaian pembangunan zona integritas. Upaya dalam meningkatkan performa zona integritas, termasuk performa website dan media sosial, juga sangat penting dalam penilaian zona integritas.

Agus berharap referensi pembelajaran terkait pembangunan zona integritas ini dapat diimplementasikan dan menjadi bahan evaluasi bagi perbaikan dalam proses pembangunan zona integritas Kemenag Kepahiang. Dia juga mendorong untuk menjadikan tim penilai nasional sebagai partner, mengajak Tim Penilai Nasional untuk berdiskusi agar bersama-sama dapat memperbaiki instansi menjadi lebih baik.