Penutupan Kawasan Gunung Bromo: Ritual Yadnya Kasada dan Pemulihan Ekosistem
Mediasinardunia.com - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengumumkan penutupan total kawasan Gunung Bromo untuk aktivitas wisatawan mulai dari tanggal 21 hingga 24 Juni 2024. Penutupan ini dilakukan dalam rangka ritual Yadnya Kasada serta pemulihan ekosistem dan pembersihan kawasan.
Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, menyampaikan bahwa penutupan kawasan Gunung Bromo untuk Yadnya Kasada didasari oleh surat ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pasuruan dan surat edaran ketua PHDI Kabupaten Probolinggo. Kawasan akan hanya dibuka bagi masyarakat yang akan mengikuti ritual Yadnya Kasada serta untuk petugas yang berkepentingan dalam pembersihan kawasan.
Septi juga menjelaskan bahwa penutupan akses wisata Gunung Bromo akan dilakukan dari pintu masuk Cemorolawang untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, wilayah Dingklik untuk Kabupaten Pasuruan, dan Jemplang untuk Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur dengan jumlah kunjungan pada 2023 mencapai 368.507 wisatawan, yang memberikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp14,70 miliar. Masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak terkait dihimbau untuk memperhatikan informasi terkait penutupan ini dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab.
(Rilis L6)