Perjuangan Mendongkrak Kembali BUMDes di Kabupaten Kepahiang
Kepahiang, Mediasinardunia.com - Dinas PMD Kepahiang mengungkapkan bahwa saat ini terdapat puluhan BUMDes yang "mati suri" di Kabupaten Kepahiang.
Dari 50 BUMDes yang awalnya ada, hanya 30 BUMDes yang masih aktif dan beroperasi di Kabupaten Kepahiang. Hal ini berarti terdapat 20 BUMDes yang saat ini tidak aktif dan dikategorikan mati suri.
Menurut Messi, Staf Fasilitasi, Perencanaan, dan Penganggaran Dinas PMD Kepahiang, pada tahun 2024 hanya ada 30 BUMDes yang aktif di wilayah tersebut, jumlah yang menurun drastis dari sebelumnya.
Messi menyebutkan bahwa penyebab penurunan ini termasuk ketidakseimbangan penghasilan pengurus, pemilihan usaha yang tidak tepat, manajemen yang kurang baik, dan kesalahan persepsi dalam pergantian kepengurusan.
Pisman Taasir, Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Kepahiang, mengajukan untuk dilakukan kajian kelayakan usaha dan uji publik oleh pihak berkompeten guna menghindari kesalahan dalam pemilihan jenis usaha BUMDes.
Sementara itu, H. Husni Thamrin, S.E., Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Kepahiang, menekankan pentingnya evaluasi program kegiatan BUMDes sebagai parameter keberhasilan. Dia juga menambahkan perlunya mempertimbangkan pembentukan BUMDes sekunder dan primer untuk menjaga manajemen yang teratur.
Pansus I DPRD Kepahiang telah menggelar pembahasan awal mengenai Raperda tentang BUMDes. Ketua Pansus I, Drs. Basing Ado, mengatakan bahwa saran dan masukan dari rapat tersebut akan dihimpun untuk dibahas lebih lanjut.
Basing Ado menyatakan bahwa saran dan masukan tersebut akan disampaikan kepada tenaga ahli DPRD untuk kajian mendalam serta sinkronisasi dengan draft Raperda tentang BUMDes Kabupaten Kepahiang.
“Dengan identifikasi permasalahan dan masukan yang kami terima hari ini, kami sudah memiliki arah terang dalam upaya penyelenggaraan BUMDes yang baik di Kabupaten Kepahiang. Harapan kami, dengan perkembangan BUMDes, ekonomi desa dan kesejahteraan Kabupaten Kepahiang akan meningkat,” ungkapnya.
Rls: Rdr Kepahiang