Skip to main content
x
Sinergi Pemkot Bengkulu dan BAZNAS Berbuah Baik, 03/02/2026 (Ari/Mediasinardunia.com)

Sinergi Pemkot Bengkulu dan BAZNAS Berbuah Baik, 17.122 Masyarakat Terima Manfaat Program Zakat

Bengkulu, Mediasinardunia.com - Sinergi antara Pemerintah Kota Bengkulu dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bengkulu terus menunjukkan dampak konkret bagi masyarakat. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat fungsi sosial zakat, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi warga yang membutuhkan.
 
Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kota Bengkulu mencatat sebanyak 17.122 penerima manfaat dari berbagai program bantuan yang menyasar kelompok 8 Asnaf. Angka tersebut mencerminkan efektivitas tata kelola zakat yang semakin profesional, terarah, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
 
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing. Keduanya mendorong optimalisasi zakat sebagai bagian dari kebijakan sosial daerah, dengan memastikan pengelolaannya berjalan transparan serta tepat sasaran.
 
Salah satu sumber utama pendanaan BAZNAS Kota Bengkulu berasal dari pemotongan zakat penghasilan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bengkulu. Skema ini dinilai efektif karena bersifat berkelanjutan dan mampu menopang berbagai program sosial dalam jangka panjang.
 
Selain itu, Pemkot Bengkulu juga menginisiasi gerakan menyisihkan Rp2.000 per hari dari jajaran aparatur. Ketua BAZNAS Kota Bengkulu, Habib Abdurahman Alkaf, menyebut gerakan ini sebagai bentuk pembiasaan berbagi yang menanamkan nilai keikhlasan dan konsistensi.
 
"Nominalnya memang kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama dan terus-menerus, hasilnya luar biasa. Ini adalah latihan istiqomah yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat," kata Habib pada Selasa (3/2/2026).
 
Dana yang terhimpun kemudian disalurkan dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan mendasar warga. Tidak hanya sebatas bantuan konsumtif, BAZNAS Kota Bengkulu juga menyalurkan alat kesehatan, bantuan biaya pengobatan, serta pemenuhan kebutuhan harian bagi warga kurang mampu.
 
Di bidang pendidikan dan keagamaan, BAZNAS menyalurkan beasiswa bagi siswa dari keluarga prasejahtera, serta bantuan operasional bagi guru ngaji dan pejuang dakwah (fisabilillah). Langkah ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
 
Untuk mendorong kemandirian ekonomi, BAZNAS Kota Bengkulu juga menyalurkan modal usaha produktif, seperti gerobak dagang, etalase, hingga bantuan tunai bagi pelaku UMKM. Program ini dirancang agar penerima tidak hanya terbantu secara sementara, tetapi mampu meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
 
Tak kalah penting, BAZNAS juga menyediakan bantuan cepat tanggap bagi ibnu sabil, yakni warga yang mengalami kesulitan finansial saat berada dalam perjalanan. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi darurat yang sering kali luput dari perhatian.
 
Habib menegaskan bahwa seluruh dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS disalurkan sesuai dengan ketentuan syariat dan regulasi yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam menjaga kepercayaan para muzakki.
 
"Zakat bukan hanya kewajiban ibadah, tetapi juga solusi sosial. Kami berkomitmen menjaga amanah ini agar mampu membantu saudara-saudara kita sekaligus menekan angka kemiskinan di Kota Bengkulu," ujarnya.
 
Melalui visi kepemimpinan Dedy–Ronny, Kota Bengkulu terus diarahkan menjadi kota yang inklusif dan peduli terhadap warganya. Program sosial berbasis zakat ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkecil kesenjangan sosial, serta menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.