Bapenda Bengkulu Selatan Berperan Aktif dalam Pencegahan Stunting di Tiga Lokasi Prioritas
Manna, Mediasinardunia.com - Pemerintah Bengkulu Selatan terus serius dalam menuntaskan masalah stunting di wilayahnya. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menginstruksikan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjadi penggerak program pencegahan stunting.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bengkulu Selatan sudah mulai mengimplementasikan langkah ini. Kepala Bapenda Bengkulu Selatan, Didi Krestiawan, SE, menjelaskan bahwa sebagai bangsa yang sedang membangun pembangunan nasional yang adil dan merata, langkah-langkah konkrit harus diambil di tingkat kabupaten untuk menyelesaikan masalah stunting. Hal ini membutuhkan SDM yang handal.
"Untuk menjadi motor penggerak ke depan, kita harus bisa membuat bangsa Indonesia bersaing dengan bangsa lain. Dengan SDM yang handal, yang sulit didapatkan jika banyak anak mengalami stunting. Oleh karena itu, Bapenda memiliki tanggung jawab untuk menjadi penggerak program pencegahan stunting di wilayahnya dengan menetapkan tiga lokasi prioritas," ungkap Didi, dalam sesi wawancara di kantornya pada Rabu, 7 Agustus 2024.
Menurut Didi, pencegahan stunting merupakan program prioritas pemerintah yang didukung oleh berbagai instansi, mulai dari Presiden dan Wakil Presiden, Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, hingga pemerintah desa. Melalui kerjasama yang sinergis, diharapkan dapat menghasilkan SDM berkualitas.
Program percepatan pencegahan stunting bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya dialokasikan untuk mendukung dan membiayai kegiatan prioritas, terutama untuk meningkatkan cakupan dan kualitas pelayanan gizi kepada rumah tangga 1.000 HPK (ibu hamil dan anak usia 0-2 tahun).
"Kita fokus pada tiga lokasi stunting di Desa Lubuk Tapi dan Kayu Ajaran, Kecamatan Ulu Manna, dan Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kota Manna. Untuk memastikan gizi yang cukup, kita memberikan bantuan secara rutin berupa telur, beras, susu, vitamin, seminggu sekali," tambah Iwan.