Diduga Pihak Sukuriti Di RSUD Kabupaten Kepahiang Menghalangi Wartawan
Kepahiang, Mediasinardunia.com - 6/3/2025, Diduga Pihak Sukuriti di RSUD Kabupaten Kepahiang Menghalangi Wartawan untuk Mengambil Informasi Tentang Kejadian Bakteri yang Mengandung Racun dari Makanan Mi Kiloan. Ada yang Mencurigakan dengan Oknum Sukuriti di RSUD Kabupaten Kepahiang yang patut dipertanyakan.
Berdasarkan berita viral beberapa hari yang lalu tentang pencegatan wartawan di RSUD Kabupaten Kepahiang yang ingin mengkonfirmasi untuk keseimbangan berita namun dihalangi oleh oknum sukuriti, hal tersebut sangat meragukan. Oknum sukuriti langsung mencegah wartawan untuk masuk ke dalam kawasan rumah sakit dan melarang untuk memotret atau mengambil gambar. Upaya wartawan Mediasinardunia.com untuk mendatangi Ibuk Direktur (PB) dan meminta bantuan untuk menelpon sukuriti di pos pejagan tidak berhasil karena dianggap darurat. Wartawan mencoba mempertanyakan mengapa yang lain diperbolehkan masuk sementara wartawan tidak diperbolehkan dengan alasan yang tidak jelas dan merujuk pada aturan dari pihak RSUD Kepahiang.
Kemudian, pihak Mediasinardunia.com mengkonfirmasi oknum sukuriti di pos tersebut namun tidak boleh direkam atau difoto, hal ini mencurigakan. Mereka juga mendatangi pihak yang mengonsumsi Mi Kiloan tersebut namun tidak semua korban bisa ditemui. Hanya satu korban yang dapat memberikan keterangan bahwa mereka kena bakteri dari mi tersebut. Setelah berupaya untuk konfirmasi ulang melalui WhatsApp atau telepon kepada Ibu Direktur RSUD Kabupaten Kepahiang, tidak ada jawaban.
Kami mohon kepada pihak yang berwenang untuk mengontrol RSUD Kepahiang karena ada kejanggalan dalam hal ini. Hal ini sangat merugikan bagi wartawan yang ingin menyampaikan informasi yang jelas. Menurut UUD Pers Pasal 18 Ayat (1) Nomor 40 Undang-Undang tahun 1999 tentang Pers, sanksi pidana dapat mencapai 2 tahun penjara atau denda Rp500 juta bagi pelanggar yang menghalangi wartawan dalam menjalankan tugasnya.
Kami mohon kepada pihak yang berwenang untuk memperhatikan situasi ini,"Tutupnya.(Sopian Hadi)