Dukcapil Mukomuko Perkenalkan Sistem Digital Mesin to Mesin untuk Layanan Kilat di Lapangan
Mukomuko, Mediasinardunia.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mukomuko terus berinovasi dalam pelayanan administrasi kependudukan.
Salah satu program andalan yang saat ini dijalankan adalah Mesin to Mesin (MTM), sebuah sistem digital berbasis internet yang memungkinkan pelayanan dilakukan langsung di lapangan tanpa harus kembali ke kantor. Kepala Dukcapil Mukomuko, Epin Masyuardi, SP, menjelaskan bahwa teknologi MTM merupakan terobosan dalam pelayanan keliling yang memungkinkan petugas menjangkau warga hingga ke pelosok desa. Seluruh proses, mulai dari perekaman KTP elektronik, pengajuan akta kelahiran, hingga pencetakan dokumen, dapat diselesaikan di lokasi secara real-time, asalkan tersedia jaringan internet.
“Program MTM ini sangat membantu petugas saat turun langsung ke desa-desa. Masyarakat dapat dilayani di tempat tanpa harus datang ke kantor,” ujarnya.
Epin menjelaskan bahwa MTM merupakan inisiatif dari pemerintah pusat yang saat ini diterapkan secara bertahap di Mukomuko. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada dukungan anggaran daerah. Setiap bulan, dibutuhkan biaya operasional antara Rp3 juta hingga Rp5 juta, sebagian besar untuk keperluan jaringan internet.
“Jika ada dukungan anggaran dari pemerintah daerah, program ini bisa diterapkan secara merata di seluruh wilayah,” jelasnya.
Keberadaan MTM semakin memperkuat layanan keliling yang selama ini menjadi andalan Dukcapil Mukomuko. Warga tidak lagi perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengurus dokumen kependudukan.
Selain teknologi, Epin menekankan bahwa pihaknya juga memprioritaskan pelatihan petugas dan penguatan jaringan internet di wilayah-wilayah terpencil. “Ini bukan sekadar soal alat digital, tetapi bagaimana kami bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Epin menyebut MTM sebagai langkah konkret Pemkab dalam meningkatkan efisiensi dan pemerataan akses layanan kependudukan. Di tengah era digital yang menuntut kecepatan, program ini dinilai mampu menjawab tantangan sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. “Dengan MTM, semua proses menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien. Ini sangat membantu kami dalam melayani masyarakat,” tandasnya. (ADV)