Skip to main content
x
masyarakat juga menyuarakan masalah terkait Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya, 28/11/23.(Diky/Mediasinardunia.com)

respons dari pihak DPRD provinsi Bengkulu

Bengkulu, Mediasinardunia.com  - Masyarakat desa Lagan Bungin dan desa Susup, kabupaten Bengkulu Tengah, mengungkapkan keprihatinan mereka terkait layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang masih belum terjangkau. Masyarakat banyak mengeluh atas BPJS yang masih bersifat prabayar, yang membuat mereka kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga menyuarakan masalah terkait Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya, dimana penerima bantuan tidak sesuai dengan sasaran yang seharusnya. Masalah perbaikan jalan juga menjadi keluhan utama bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Menyikapi hal ini, anggota DPRD provinsi Bengkulu Marlesi, S.SOS dari komisi IV turut merespons hal ini dengan melakukan kunjungan ke desa-desa tersebut dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat. Marlesi menyatakan bahwa pemerintah provinsi akan berupaya untuk memperjuangkan akses layanan kesehatan yang lebih mudah melalui BPJS yang bersifat gratis. Selain itu, ia juga akan mengawal dan memastikan bantuan sosial seperti PKH dapat tepat sasaran dan jalan-jalan di desa tersebut mendapat perhatian dalam program perbaikan infrastruktur.

Kota Bengkulu

Marlesi juga menyerukan kepada masyarakat untuk terus bersuara dan menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak yang berwenang, agar masalah-masalah tersebut dapat segera diatasi. Ia berjanji untuk membawa aspirasi masyarakat tersebut ke forum yang lebih tinggi demi perubahan yang diinginkan oleh masyarakat desa Lagan Bungin dan desa Susup.

Dengan adanya respons dari pihak DPRD provinsi Bengkulu, diharapkan masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat desa tersebut dapat segera diselesaikan dan pelayanan kesehatan serta bantuan sosial dapat lebih merata dan tepat sasaran.(Msd/Adv)