Skip to main content
x
Pemkab Kaur Gelar Bimtek SRIKANDI dan Canangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip, 19/06/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Pemkab Kaur Gelar Bimtek SRIKANDI dan Canangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip

Kaur, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten Kaur melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) sekaligus mencanangkan Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna Padang Kempas pada Kamis (19/06/2025).

Bupati Kaur, Gusril Pausi, S.Sos, MAP, membuka acara yang dihadiri oleh Sekda Dr. Drs. Ersan Syahfiri, MM, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, serta operator SRIKANDI se-Kabupaten Kaur.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya penguasaan teknologi kearsipan digital sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik yang efisien dan akuntabel. Ia menilai penggunaan aplikasi SRIKANDI dapat mempercepat proses persuratan dan pengelolaan arsip secara terintegrasi antar instansi pemerintah.

“Penerapan aplikasi ini bukan hanya untuk efektivitas, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam sistem kearsipan. Ini adalah bagian penting dari reformasi birokrasi dan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),” ujar Gusril.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kaur diharapkan mampu meninggalkan metode pengarsipan manual dan beralih sepenuhnya ke sistem digital, guna memudahkan akses, mempercepat layanan, dan mengurangi ketergantungan pada arsip fisik.

“Bimtek ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kapasitas dan komitmen kita bersama. Saya minta semua peserta untuk menyimak dengan serius, karena ilmu ini sangat relevan dan langsung dapat diterapkan di OPD masing-masing,” tegas Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaur, Yarkan Tawawi, S.Pd, MAP, menjelaskan bahwa Pemkab Kaur telah mulai menerapkan aplikasi SRIKANDI sejak 2024. Namun, hingga kini, implementasi belum berjalan optimal di seluruh OPD dan kecamatan karena masih terkendala oleh keterbatasan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia.

“Bimtek ini juga merupakan bagian dari evaluasi internal penerapan SRIKANDI di lapangan. Kami terus memantau dan memberikan pendampingan kepada OPD dan kecamatan agar ke depan implementasinya bisa maksimal,” ujar Yarkan.

Ia berharap, ke depan, penerapan SRIKANDI di Kabupaten Kaur dapat sepenuhnya terintegrasi dan mendukung digitalisasi pemerintahan yang modern, ramah lingkungan, dan lebih transparan.