Skip to main content
x
Pemkab Lebong Genjot Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan 7-8 SPPG di Awal 2026, 10/11/2025 (Ari/Mediasinardunia.com)

Pemkab Lebong Genjot Program Makan Bergizi Gratis, Targetkan 7-8 SPPG di Awal 2026

Lebong, Mediasinardunia.com - Pemerintah Kabupaten Lebong menggelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Graha Bina Praja Setdakab Lebong, Senin (10/11/2025). Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB S.Sos., M.Si., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta Pj. Sekda Kabupaten Lebong. Selain menekankan pengawasan program MBG, rakor ini juga membahas pemenuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebong.
 
Wakil Bupati Lebong, Bambang ASB S.Sos M.Si, usai acara menjelaskan bahwa saat ini baru SPPG Polres Lebong yang beroperasi melaksanakan program MBG. Dengan cakupan wilayah Kabupaten Lebong, minimal dibutuhkan 15 titik SPPG.
 
Rapat bersama Forkopimda, BGN, dan OPD terkait membahas cara pemenuhan jumlah SPPG dan mengatasi keterlambatan lainnya.
 
Uji coba MBG oleh Yayasan Bayangkari SPPG Polres Lebong menunjukkan respons positif dari masyarakat yang sebelumnya sempat trauma dengan program MBG. Bahkan, beberapa sekolah dan masyarakat menanyakan mengapa MBG baru berjalan di Kecamatan Amen saja.
 
"Alhamdulillah, kita bersyukur bahwa masyarakat sudah bisa berpikir lebih positif terkait dengan program MBG ini. Kita lakukan percepatan, dari target 15 SPPG yang kita mau persiapkan, paling tidak di awal 2026 itu kita upayakan bisa minimal setengahnya. Antara 7 atau 8 dapur. Supaya tidak terjadi ketertinggalan yang cukup jauh dibandingkan dengan daerah lain," kata Bambang.
 
Pendirian SPPG saat ini terkendala karena harus melalui pihak ketiga dan membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun, pemerintah pusat melalui BGN telah membuat kebijakan untuk mendukung program MBG di daerah, seperti kemudahan terkait skema pembiayaan dan dukungan teknis.
 
"Untuk daerah 3T, seperti Desa Tik Sirong kemudian Desa Sungai Lisai dan Desa Sebelat, itu diambil langsung oleh BGN untuk pembangunan SPPG dan pelaksanaannya," bebernya.
 
Kedepan, pengendalian dan pengawasan program MBG secara rutin terus berjalan. Saat pendirian SPPG, Satgas akan menekankan agar Kepala SPPG nantinya benar-benar mengontrol dan memantau semua proses di dapur dari hulu sampai hilirnya, hingga aman ketika diterima oleh anak-anak dalam program MBG di masing-masing sekolah.
 
"Buktinya kemarin sudah kita laksanakan melalui Yayasan Bayangkari, semua dapat berjalan dengan lancar. Harapan kita program ini dapat berjalan dengan baik dan pemerintah daerah siap mendukung untuk menyukseskan program MBG," pungkasnya.