Program Pemerintah Desa: Pemberian Indukan Sapi untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat
Bengkulu Selatan, Mediasinardunia.com - Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat saat ini, Pemerintah Desa Suka Maju, Kecamatan Air Nipis, telah memberikan 14 ekor sapi secara bergantian kepada 14 Kepala Keluarga (KK) untuk dipelihara.
Sapi-sapi tersebut akan dirawat oleh masyarakat sampai sapi tersebut beranak. Setelah anak sapi tersebut cukup besar dan sudah mandiri, masyarakat diwajibkan mengembalikannya kepada Pemerintah Desa.
Kepala Desa Suka Maju, Yusman Hadi, S.Ag, melalui Sekretaris Desa, Isa Ansyari, menyampaikan bahwa setelah indukan sapi tersebut melahirkan anaknya, maka anak sapi tersebut menjadi hak milik dari orang yang memelihara induk tersebut.
Induk sapi akan dikembalikan untuk disalurkan kepada masyarakat yang lain.
"Dengan harapan, nantinya setiap masyarakat memiliki sapi. Indukan ini diberikan kepada masyarakat yang benar-benar serius dalam memeliharanya. Dengan menandatangani semua persyaratan yang ada dalam Peraturan Desa (Perdes), di mana salah satu poinnya terkait dengan jika terjadi sesuatu pada indukan sapi tersebut," ungkap Isa saat dihubungi oleh awak media pada Minggu, 11 Agustus 2024.
Dalam aturan Perdes tersebut sudah dijelaskan bahwa jika indukan sapi hilang (dicuri), maka akan dilakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk mengetahui kronologis hilangnya.
Sama halnya jika induk tersebut mati, harus dilakukan penyelidikan juga untuk mengetahui penyebab kematian tersebut. Baik itu karena dicuri atau mati secara alami.
Pembagian indukan sapi tersebut dihadiri oleh Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE, MM. Bupati menyampaikan, dengan pembagian indukan sapi ini, diminta kepada masyarakat untuk benar-benar memelihara dengan baik. Tidak boleh melepasnya sembarangan dan harus mencari makanan sendiri.
"Hal ini bisa membuat sapi peliharaan kita tumbuh dengan kondisi kurang baik, seperti sapinya kurus dan mudah sakit. Kita harus memastikan bahwa sapi tersebut mendapatkan makanan yang cukup berkualitas dan sehat," papar Gusnan.
Gusnan juga mengungkapkan bahwa perkembangan sapi yang dikandangkan dan yang dilepaskan jauh berbeda. Sapi yang dikandangkan cenderung tumbuh lebih baik karena pola pemeliharaannya yang berbeda.
"Makanan juga menjadi faktor penting, kita perlu kreatif dalam memberikan pakan. Bisa belajar kepada peternak yang sudah berpengalaman dalam mengandangkan sapi. Jika masyarakat memiliki lahan, bisa menanam batang sengon sebagai pakan ternak yang berkualitas. Dengan mengandangkan sapi, kita juga bisa memanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik," tambah Gusnan.