Skip to main content
x
Warga Keluhkan Jalan Rusak Akibat Truk Bertonase Tinggi (Frengki/Mediasinardunia.com)

Warga Keluhkan Jalan Rusak Akibat Truk Bertonase Tinggi, Dishub Sumbar Diminta Bertindak

Sumatra Barat, Mediasinardunia.com - Kondisi Jalan Raya Padang-Painan, Bungus Teluk Kabung, semakin memprihatinkan. Banyak lubang menganga di kiri dan kanan jalan akibat aktivitas truk-truk besar pengangkut batu bara ke PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih, serta kendaraan perusahaan lain yang diduga melebihi tonase. Dinas Perhubungan Sumbar (DISHUB) diharapkan dapat menertibkan situasi ini.
 
Kerusakan jalan terus berlanjut sementara aktivitas pengangkutan juga tidak berhenti. Jika tidak segera dievaluasi, kondisi ini dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar serta mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan lainnya.
 
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih adalah pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, dan aktivitas pengangkutannya sangat padat. Truk-truk besar yang digunakan untuk mengangkut batu bara memiliki kapasitas muatan yang sangat besar, yaitu sekitar 50 hingga 100 ton.

Nasional

Warga sekitar sudah beberapa kali mengeluhkan masalah ini, karena kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga sering menyebabkan kecelakaan. Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memperbaiki kondisi jalan raya Padang-Painan Bungus Teluk Kabung yang sudah mulai rusak dan berlubang, serta jalan menuju tempat pariwisata Puncak Mandeh dan sekitarnya.
 
Warga juga menyoroti perusahaan lain yang beroperasi di daerah Bungus Teluk Kabung Kota Padang, yang memiliki banyak mobil angkutan truk besar, seperti PT Wira Inno Mas, PT Pertamina Patra Niaga Bungus, dan perusahaan LPG.
 
PT Wira Inno Mas, yang dikelola oleh pihak swasta, diduga kuat memiliki ratusan mobil dam truk serta mobil engkel khusus angkutan barang yang bergerak dalam bidang pengangkutan buah sawit, cangkang ampas, serta CPO. Kantor perusahaan tersebut beralamat di Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Provinsi Sumbar. Mobil-mobil yang dimiliki perusahaan tersebut menggunakan plat/nomor polisi BM serta BK, yang diduga sebagai indikasi untuk mengelabui pajak.
 
Jalan masyarakat yang hancur di Kota Padang, Provinsi Sumbar ini, sementara hasil serta pajaknya dinikmati oleh daerah provinsi lain. Diharapkan Pemprov Sumbar juga bisa menyelesaikan masalah tersebut. Miris memang, tapi inilah fakta dan kenyataan di lapangan. Semua ini sangat berdampak kepada PAD Provinsi Sumatra Barat itu sendiri.