Skip to main content
x
Atasi Masalah Banjir, Kolaborasi Bersama Siapkan Penlok Pengerukan Untuk Saluran Sungai Dan Tambak, selenggarakan di Gedung serba guna Provinsi Bengkulu 6/4/2023

Atasi Masalah Banjir, Kolaborasi Bersama Siapkan Penlok Pengerukan Untuk Saluran Sungai Dan Tambak

Bengkulu, - Mediasinardunia.com - Penetapan lokasi (Penlok) pengerukan saluran muara Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkuiu dan Kolam Retensi merupakan suatu keharusan untuk mengatasi masalah banjir di Bengkulu.

Khususnya di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. Hal tersebut ditegaskan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat membuka sekaligus menjadi keynote speaker Forum Group Discussion (FGD) bertajuk

 “Mencari Solusi Bersama Mengatasi Masalah Banjir di Bengkulu” yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan dan Kajian Daerah ( LEKAD) dan Forum Peduli Rakyat Bengkulu (FPRB), di Gedung Serba Guna (GSG) Pemprov Bengkulu, (06/04).

Kota Bengkulu
Mencari Solusi Bersama Mengatasi Masalah Banjir Di Bengkulu Diselenggarakan oleh ( LEKAD) Juga (FPRB) Di Gedung serba guna Provinsi Bengkulu.6/4/2023

 

“Kalau sudah ditetapkan, maka akan mengikat Balai Wilayah Sungai (BWS) VII, Pemkot Bengkulu, dan Pemprov Bengkulu. Dimana BWS juga sudah berjanji akan menyiapkan anggaran untuk pengerukan saluran muara, tapi penandaannya harus siap dulu,

” Gubernur Rohidin menjelaskan. Di sisi lain, diadakannya FGD seperti yang dilakukan oleh LEKAD dan FPRB, menurut Gubernur Rohidin, jelas sangat bermanfaat dalam menyusun studi kelayakan yang menjadi salah satu syarat benchmarking yang dibutuhkan nantinya.

 “Nanti akan kita siapkan bersama dan tentunya akan kita tindak lanjuti dengan kajian-kajiannya. Ini tanggung jawab kita bersama. Dari segi perencanaan sudah kita selesaikan. Pemprov Bengkulu sudah menyiapkannya sejak tahun 2017. Kita akan lakukan itu bersama-sama,” pungkas Gubernur Bengkulu. Menurut Direktur Utama LEKAD Frentindo, FGD yang dilakukan pihaknya merupakan hasil rumusan kajian yang telah mereka lakukan selama ini.

Hanya saja masih perlu penguatan data dan fakta, agar bisa menjadi acuan dalam benchmarking ke depan. “Maka kami dari LEKAD dan FPRB bersama pemerintah siap berkolaborasi dalam upaya penyelesaian banjir Bengkulu. Tahapan-tahapannya akan kita lakukan bersama-sama sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Agar tidak ada yang merasa besar sendirian, tapi kita akan bergerak bersama-sama," katanya.( MSD)