Edwar Samsi Soroti 14 Ribu BPJS Kesehatan Di Kepahiang Menunggak
Bengkulu, Mediasinardunia.com - Edwar Samsi, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, mengimbau masyarakat yang memiliki kartu BPJS yang tidak aktif untuk menghubunginya.
Menurut informasi yang diterimanya, terdapat sekitar 14.000 lebih peserta BPJS kesehatan atau peserta kesehatan mandiri yang sudah tidak aktif lagi kartu BPJS-nya. Senin (20/11/23)
"Kepada masyarakat Kepahiang, saya ingin mengatakan bahwa jika ada kendala saat menggunakan kartu BPJS Kesehatan, silakan hubungi saya dan kirimkan kartu keluarganya," ujar Edwar dalam wawancara.

Edwar juga menyatakan bahwa bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kepahiang, pihaknya sudah melakukan pembagian anggaran. APBD Kabupaten Kepahiang juga telah mengalokasikan anggaran untuk membayar iuran BPJS kesehatan.
"Pemerintah Provinsi juga melakukan hal yang sama dengan Kabupaten Kepahiang. Informasi yang kita terima dari Pak Sekda menunjukkan anggaran sekitar Rp 14 miliar," jelasnya.
Namun, Edwar mengakui bahwa anggaran tersebut tidak mencukupi untuk membayar iuran BPJS Kesehatan masyarakat Kepahiang. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat yang merasa belum memiliki Kartu BPJS Kesehatan atau BPJS Kesehatannya menunggak untuk segera menghubungi pihak terkait.
Di sisi lain, Kepala Cabang Kepahiang BPJS Kesehatan, Desnita Adelina, menyatakan bahwa tunggakan pembayaran iuran peserta kesehatan mandiri hingga bulan Oktober 2023 mencapai Rp 11,3 miliar.
Desnita juga menekankan bahwa kepatuhan membayar iuran masih cukup baik, meskipun ada upaya untuk memotivasi masyarakat membayar kewajiban iurannya.
Ia juga menjelaskan bahwa peserta BPJS kesehatan dengan iuran tertunggak tidak dapat menggunakan kartunya untuk berobat. Namun setelah iuran yang tertunggak dibayarkan, kartu BPJS dapat digunakan kembali untuk berobat di fasilitas kesehatan maupun meminta rujukan ke rumah sakit.(MSD/ADV)