Skip to main content
x
Bupati Bengkulu Utara Kunjungi Bappenas, 14/05/2025 (Diky/Mediasinardunia.com)

Bupati Bengkulu Utara Kunjungi Bappenas, Sampaikan Kebutuhan Strategis Pembangunan untuk Pulau Enggano

Bengkulu Utara, Mediasinardunia.com - Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada Rabu (14/05/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati disambut langsung oleh Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (PMMK) Bappenas, Amich Alhumami, MA, M.Ed, Ph.D.

Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan strategis pembangunan di Kabupaten Bengkulu Utara, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan, dengan fokus utama pada wilayah terluar seperti Pulau Enggano. “Kami membawa aspirasi masyarakat, terutama terkait peningkatan fasilitas kesehatan dan kebutuhan tenaga medis di Pulau Enggano. Wilayah ini masih menghadapi banyak keterbatasan dan perlu perhatian serius dari pemerintah pusat,” jelas Bupati Arie dalam pertemuan tersebut.

Selain itu, Bupati juga mengusulkan revitalisasi pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga SD, serta program penguatan literasi masyarakat melalui pembangunan dan pengembangan perpustakaan daerah. “Langkah ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung Program Prioritas Nasional Indonesia Emas 2045 serta mewujudkan visi misi Kabupaten Bengkulu Utara. Kami berharap ada dukungan konkret dari pemerintah pusat,” ujar Bupati.

Menanggapi paparan tersebut, Deputi PMMK Bappenas Amich Alhumami mengapresiasi langkah proaktif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. “Kami menyambut baik dan mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara. Usulan-usulan ini akan ditindaklanjuti melalui proses perencanaan lintas sektor dan kolaborasi dengan kementerian/lembaga terkait,” ungkapnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong percepatan pembangunan manusia di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), khususnya Pulau Enggano, serta menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.