Bupati Rejang Lebong Optimis Raih Predikat Kabupaten Layak Anak Kategori Madya 2025
Rejang Lebong, Mediasinardunia.com - Bupati Rejang Lebong, HM. Fikri, SE, MAP, optimis bahwa Rejang Lebong dapat meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) 2025 kategori Madya. Hal ini disampaikannya dalam rapat persiapan verifikasi secara hybrid dan verifikasi lapangan KLA yang dilaksanakan di ruang rapat bupati pada Selasa, 15 April 2025, pukul 10.00 WIB.
"Untuk itu, seluruh OPD terkait harus mendukung penuh upaya penilaian Kabupaten Layak Anak tahun 2025. Kita hanya bersaing dengan dua kabupaten lainnya, yaitu Kaur dan Kota Bengkulu. Target kita adalah meraih posisi terbaik," jelas bupati.
Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh sejumlah kepala dinas instansi terkait, termasuk Kadishub R. Suryadi, S.Sos, Kadis Dikbud Drs. Noprianto, MM, Kadis PUPR Syamsul Ma'arif, ST, MT, Kadis Nakertrans Syamsir, SKM, MKM, Kadis Pariwisata Dodi Syahdani, S.Sos, M.Si, Kadis Kesehatan Dhendi Noprianto, SKM, dan Kepala Bappeda Khirdes Lapendo Pasju, SSTP, M.Si. Selain itu, hadir juga Kepala Kesbangpol Zulfan Efendi, Kasatpol PP Aji Keri, Kakan Kemenag Lukman, S.Ag, MM, Ketua Pengadilan Agama Arif Irhami, serta perwakilan forum anak.
Bupati menjelaskan bahwa Pemkab telah berusaha melaksanakan program terkait hak-hak anak. Di antaranya, memberikan santunan kepada anak yatim dengan mengangkat mereka sebagai anak asuh pejabat. "Saat Hari Raya Idul Fitri, saya bersama Dinas Pariwisata mengajak anak-anak yatim berlibur di kawasan wisata Danau Mas Harun Bastari. Anak-anak tampak riang gembira menikmati sarana wisata yang ada, seperti bermain kano dan naik perahu motor. Terima kasih kepada Kadis Pariwisata, tahun depan kita ajak lebih banyak anak yatim lagi," ujarnya.
Bupati juga menambahkan bahwa beberapa sarana dan prasarana bermain anak-anak akan dibangun, termasuk playground di samping rumah dinas bupati. "Dahulu, anak-anak berkumpul di lokasi itu untuk memberi makan rusa yang kini sudah tidak ada. Lokasi bermain alternatif adalah Lapangan Setia Negara dan stadion Air Bang yang akan dijadikan ruang terbuka hijau. Bahkan, lapangan tenis indoor akan diubah menjadi lapangan basket khusus untuk anak-anak," jelasnya.
Kepala Dinas DP3APP-KB, Sutan Alim, S.Sos, mengatakan bahwa nilai akhir evaluasi Rejang Lebong tahun 2024 untuk meraih penghargaan Madya adalah sebesar 760,58, sedangkan standar nilai untuk penghargaan Pratama adalah 683,33. "Ada tujuh indikator umum kabupaten layak anak, antara lain adanya Perda/Perbup/Perwali pemenuhan hak-hak anak, ketersediaan anggaran, forum anak, seluruh petugas pemberi layanan anak terlatih KHA, ketersediaan data anak terpilah, lembaga pelayanan tumbuh kembang anak berbasis masyarakat, dan keterlibatan dunia usaha," jelas Sutan.
Sutan menambahkan, dinas terkait dalam klaster KLA meliputi Dinas Dukcapil, Dinas Kominfo, PAUD-HI, Dishub, Pengadilan Agama, dan Dinas PUPR, serta lembaga pengasuhan alternatif. "Dengan adanya beragam pendukung sarana dan prasarana pemenuhan hak-hak anak, kami optimis dapat meraih penghargaan KLA kategori Madya," ujarnya.
Tri Diani Fajar, SKM dari Dinas DP3APPKB Provinsi Bengkulu, menyebutkan bahwa verifikasi hybrid akan dilaksanakan pada 21 April 2025. "Jika hasil verifikasi hybrid dinilai telah memenuhi persyaratan, tim penilai kemungkinan tidak akan melakukan verifikasi lapangan," kata Tri Diani Fajar.
Untuk itu, perlu dipersiapkan sarana dan prasarana sekolah ramah anak, Puskesmas ramah anak, serta sudut-sudut bermain dan ruang ibu menyusui di setiap kantor OPD. "Evaluasi KLA ini dilakukan setiap tahun menuju Indonesia Layak Anak tahun 2030," tutup Tri Diani Fajar, SKM.